70% Pengungsi Suriah di Lebanon hidup miskin

Kredit Foto:
istimewa
Lebih dari dua pertiga pengungsi Suriah di Lebanon hidup dalam kemiskinan yang sangat parah, menurut studi PBB yang dipublikasikan pada Rabu (23/12), naik hampir 50 persen dari tahun lalu.

Berdasarkan penilaian terhadap lebih dari 4.000 rumah tangga pengungsi, laporan tersebut menemukan bahwa sekitar 70 persen di antara mereka hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem Lebanon dengan konsumsi hanya 3,84 dolar Amerika (sekitar Rp52.500) per hari.

“Jumlah ini adalah lonjakan tajam dari 49 persen pada 2014,” kata Mireille Girard, kepala kantor badan pengungsian PBB di Lebanon.

Studi antarlembaga itu dilakukan oleh Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP), badan pengungsian dan badan anak-anak PBB.

Pengungsi menghadapi situasi mengerikan saat tabungan mereka menyusut, kesempatan kerja semakin langka dan paket bantuan kemanusiaan menjadi lebih sedikit.

Menurut studi tersebut, para pengungsi melakukan pinjaman bahkan untuk menutupi keperluan paling dasar mereka, termasuk sewa, makanan, dan perawatan kesehatan, membuat hampir 90 persen di antaranya terjerat utang.(AFP/ant)
Komentar