Kredit Foto:
foto: gepeng
foto: gepeng
KANALSATU – Sudah ratusan pesantren di Jatim yang didatangi Ketua Kadin Jatim Ir.H. La Nyalla Mahmud Mattalitti. Kehadirannya selalu ditunggu dan mendapat sambutan hangat. Keberadaannya seperti magnet yang selalu menyedot perhatian masyarakat.
Pada seminar bertajuk: "Membangun Perekonomian Pesantren Mandiri" yang digelar di Ponpes Tarbiyatut Thullab Soko-Tuban, Senin (11/9/17) –, kehadiran La Nyalla sudah ditunggu-tunggu sejak beberapa pekan sebelumnya. Masyarakat nampak antusias mengikuti acara hingga selesai. Mereka banyak bertanya kepada La Nyalla, seputar pencalonannya sebagai salah satu bacagub Jatim.
Rata-rata pertanyaan lebih ditujukan kepada komitmen dan kesanggupan La Nyalla terhadap nasib dan pembangunan ummat saat nanti terpilih dan menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Pertanyaan tidak lagi bersifat teori, tapi lebih ke teknis implementatif.
Salah satu pertanyaan menarik datang dari ibu-ibu, tentang kesanggupan dan kemampuan La Nyalla dalam memberdayakan pesantren. "Paparan Pak Nyalla tadi menyebutkan ada sekitar 11.827 pondok pesantren di Jatim. Jumlah ini tidak sedikit. Bagaimana cara Pak Nyalla membantu dan memberdayakan," tanya salah satu ibu nyai pimpinan pesantren di daerah Montong, Tuban.
Mendapat pertanyaan tersebut, La Nyalla tanpa ragu langsung menjawab. "Saya akan berdayakan santri- santri dengan cara saya. Saya akan minta kepada para santri di pondok untuk mengisi isian apa keinginannya. Kemudian akan saya identifikasi, saya pilah pilah sesuai reques," ujarnya.
Dari situ, kata La Nyalla, kemudian diambil keputusan. "Nantinya, saya akan siapkan pelatihan sesuai dengan keinginan para santri. Saya akan sambungkan dengan ahlinya. Saya kan Ketua Kadin yang punya Kadin Institute. Jadi Insya Allah dari hulu sampai hilir kita siapkan," katanya.
Pada kesempatan itu La Nyalla juga menyanggupi permintaan seorang ustad (guru ngaji) yang kesulitan membeli kitab-kitab, apalagi menjelang bulan Ramadhan. "Insya Allah nanti kita siapkan konsep. Harusnya ada badan atau lembaga khusus di pemerintahan yang konsentrasi terhadap hal ini. Kitab kitab itu penting sebagai refrensi utama keilmuan santr. Setidaknya akan saya mulai dari diri saya. Akan saya bantu dan akan saya ajak kawan kawan pengusaha terlibat dalam hal ini," jelas La Nyalla.
Banyak pertanyaan lain yang dijawab langsung oleh La Nyalla secara spontan. Kapasitasnya sebagai Ketua Kadin Jatim dan luasnya pengalaman berorganisasi dan pernah memimpin PSSI, terlihat dari caranya menjawab, menunjukkan bahwa tokoh ini punya kapasitas dan sangat menguasai persoalan-persoalan pokok yang dihadapi masyarakat khususnya Jawa Timur.
Satu hal uangkapan La Nyalla yang membuat para hadirin peserta seminar “tercengang” adalah soal kesungguhannya dan komitmennya yang tinggi terhadap nasib dan kemajuan ummat. “Kalau saya terpilih menjadi Gubernur Jatim, insyaAllah akan saya waqofkan hidup saya hanya untuk melayani dan terus berusaha memakmurkan masyarakat.(ks)
Pada seminar bertajuk: "Membangun Perekonomian Pesantren Mandiri" yang digelar di Ponpes Tarbiyatut Thullab Soko-Tuban, Senin (11/9/17) –, kehadiran La Nyalla sudah ditunggu-tunggu sejak beberapa pekan sebelumnya. Masyarakat nampak antusias mengikuti acara hingga selesai. Mereka banyak bertanya kepada La Nyalla, seputar pencalonannya sebagai salah satu bacagub Jatim.
Rata-rata pertanyaan lebih ditujukan kepada komitmen dan kesanggupan La Nyalla terhadap nasib dan pembangunan ummat saat nanti terpilih dan menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Pertanyaan tidak lagi bersifat teori, tapi lebih ke teknis implementatif.
Salah satu pertanyaan menarik datang dari ibu-ibu, tentang kesanggupan dan kemampuan La Nyalla dalam memberdayakan pesantren. "Paparan Pak Nyalla tadi menyebutkan ada sekitar 11.827 pondok pesantren di Jatim. Jumlah ini tidak sedikit. Bagaimana cara Pak Nyalla membantu dan memberdayakan," tanya salah satu ibu nyai pimpinan pesantren di daerah Montong, Tuban.
Mendapat pertanyaan tersebut, La Nyalla tanpa ragu langsung menjawab. "Saya akan berdayakan santri- santri dengan cara saya. Saya akan minta kepada para santri di pondok untuk mengisi isian apa keinginannya. Kemudian akan saya identifikasi, saya pilah pilah sesuai reques," ujarnya.
Dari situ, kata La Nyalla, kemudian diambil keputusan. "Nantinya, saya akan siapkan pelatihan sesuai dengan keinginan para santri. Saya akan sambungkan dengan ahlinya. Saya kan Ketua Kadin yang punya Kadin Institute. Jadi Insya Allah dari hulu sampai hilir kita siapkan," katanya.
Pada kesempatan itu La Nyalla juga menyanggupi permintaan seorang ustad (guru ngaji) yang kesulitan membeli kitab-kitab, apalagi menjelang bulan Ramadhan. "Insya Allah nanti kita siapkan konsep. Harusnya ada badan atau lembaga khusus di pemerintahan yang konsentrasi terhadap hal ini. Kitab kitab itu penting sebagai refrensi utama keilmuan santr. Setidaknya akan saya mulai dari diri saya. Akan saya bantu dan akan saya ajak kawan kawan pengusaha terlibat dalam hal ini," jelas La Nyalla.
Banyak pertanyaan lain yang dijawab langsung oleh La Nyalla secara spontan. Kapasitasnya sebagai Ketua Kadin Jatim dan luasnya pengalaman berorganisasi dan pernah memimpin PSSI, terlihat dari caranya menjawab, menunjukkan bahwa tokoh ini punya kapasitas dan sangat menguasai persoalan-persoalan pokok yang dihadapi masyarakat khususnya Jawa Timur.
Satu hal uangkapan La Nyalla yang membuat para hadirin peserta seminar “tercengang” adalah soal kesungguhannya dan komitmennya yang tinggi terhadap nasib dan kemajuan ummat. “Kalau saya terpilih menjadi Gubernur Jatim, insyaAllah akan saya waqofkan hidup saya hanya untuk melayani dan terus berusaha memakmurkan masyarakat.(ks)
