(WIN): Pesawat kepresidenan yang menggunakan basis Boeing 737-800 yang dipesan dari pabrikan asal AS, Boeing, itu mendarat dalam acara penyambutan dan serah terima di Base Ops, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat tersebut mendarat setelah melakukan perjalanan selama empat hari.
Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, penggunaan pesawat kepresidenan bakal menghemat anggaran negara ketimbang pesawat komersial hingga Rp114,2 miliar per tahun.
Pesawat RI 1 berjenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) itu dibeli seharga US$91,2 juta atau sekitar Rp820 miliar. Pesawat tersebut didesain untuk keperluan very very important person (VVIP), dengan konfigurasi mewah, dilengkapi kamar tidur utama, toilet plus shower, ruang konferensi, ruang makan dan ruang tamu.
Dengan daya tampung bahan bakar mencapai 39.539, pesawat tersebut dapat terbang maksimal sejauh 10.334 kilometer atau mampu terbang nonstop selama 10 hingga 12 jam. Pesawat berkapasitas maksimal 70 penumpang tersebut juga dirancang bisa mendarat di bandara kecil dan dilengkapi peralatan navigasi, komunikasi dan cabin insulation.(win10)
Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, penggunaan pesawat kepresidenan bakal menghemat anggaran negara ketimbang pesawat komersial hingga Rp114,2 miliar per tahun.
Pesawat RI 1 berjenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) itu dibeli seharga US$91,2 juta atau sekitar Rp820 miliar. Pesawat tersebut didesain untuk keperluan very very important person (VVIP), dengan konfigurasi mewah, dilengkapi kamar tidur utama, toilet plus shower, ruang konferensi, ruang makan dan ruang tamu.
Dengan daya tampung bahan bakar mencapai 39.539, pesawat tersebut dapat terbang maksimal sejauh 10.334 kilometer atau mampu terbang nonstop selama 10 hingga 12 jam. Pesawat berkapasitas maksimal 70 penumpang tersebut juga dirancang bisa mendarat di bandara kecil dan dilengkapi peralatan navigasi, komunikasi dan cabin insulation.(win10)
