Di Hadapan Sespimti Polri, Khofifah Ungkap Strategi Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional

KANALSATU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan strategi sukses Jawa Timur menjadi lumbung pangan nasional saat menerima kunjungan peserta Sespimti Lemdiklat Polri Dikreg ke-35 Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan keberhasilan Jawa Timur mempertahankan posisi sebagai provinsi penghasil padi dan beras terbesar nasional sejak 2020 tidak lepas dari sinergi lintas sektor, termasuk dukungan TNI-Polri dalam memperkuat ketahanan pangan.
Menurut Khofifah, kolaborasi antarlembaga menjadi fondasi utama pembangunan sektor pangan, mulai dari pemetaan luas tambah tanam hingga dukungan irigasi tersier untuk lahan pertanian produktif.
“Semua ini hasil kerja bersama. Ketahanan pangan di Jawa Timur dibangun melalui sinergi yang kuat antar seluruh elemen,” ujarnya.
Selain menjadi produsen padi dan beras terbesar, Jawa Timur juga menyumbang hampir 30 persen produksi jagung nasional. Tak hanya itu, provinsi ini memasok sekitar 51–52 persen produksi gula nasional, menjadikannya salah satu penopang utama swasembada pangan Indonesia.
Khofifah juga menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, karena hampir 80 persen logistik untuk Indonesia Timur disuplai dari provinsi ini. Peran tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat distribusi pangan nasional.
Di sektor peternakan, Pemprov Jatim juga menyiapkan peta jalan swasembada daging melalui dukungan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang. Program ini dinilai berpotensi meningkatkan produksi ternak sekaligus menjadi sumber pendapatan baru masyarakat.
“Kalau program ini berjalan optimal, Jawa Timur bukan hanya menopang kebutuhan pangan nasional, tapi juga mampu menjadi model best practice untuk daerah lain,” kata Khofifah.
Ketua Rombongan PKDN Sespimti Lemdiklat Polri Irjen Pol Jawari menyebut Jawa Timur layak menjadi lokasi pembelajaran bagi calon pimpinan tinggi Polri karena keberhasilannya dalam tata kelola pembangunan, khususnya sektor ketahanan pangan.
Menurutnya, capaian Jawa Timur menunjukkan implementasi nyata kepemimpinan transformatif yang relevan untuk dipelajari para peserta Sespimti sebagai bekal menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan.
(KS-9)