Bank DBS-Manulife Indonesia Luncurkan MiEarly Critical Protection

Lindungi 154 Penyakit Kritis

Direktur Kepatuhan Manulife Indonesia, Apriliani Siregar (kanan) bersama nasabah.


KANALSATU - Bank DBS Indonesia menjalin kerjasama dengan Manulife Indonesia meluncurkan MiEarly Critical Protection (MiECP). Produk ini merupakan asuransi kesehatan yang bisa melindungi nasabah dari 154 penyakit kritis.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna mengatakan selain berjuang dengan ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19, masyarakat senantiasa berhadapan dengan risiko penyakit kritis. Bank DBS Indonesia sebagai bank yang selalu berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik melalui inovasi produknya, ingin agar nasabah tetap dapat menikmati hidupnya di tengah beragam risiko yang ada.

”Sejalan dengan komitmen tersebut, Bank DBS Indonesia berkolaborasi dengan Manulife Indonesia menghadirkan solusi terhadap penyakit kritis yang dilengkapi dengan masa perlindungan selama 20 tahun,” kata Paulus.

Sejalan dengan komitmen Bank DBS Indonesia terhadap para nasabah, pihaknya memahami kebutuhan masyarakat terkait asuransi kesehatan khususnya perlindungan terhadap penyakit kritis dan biaya perawatan yang tidak murah.

"Kami hadirkan MiEarly Critical Protection (MiECP) yang menyediakan perlindungan mulai dari tahap awal penyakit kritis hingga tahap akhir penyakit kritis maupun manfaat unit perawatan intensif ini. Dengan demikian, masyarakat lebih fokus terhadap pemulihan dan mendapatkan ketenangan pikiran,” ujar President Director & CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya 15 dari 1.000 orang, atau sekitar 2.800.000 individu di Indonesia, terkena dampaknya setiap tahun.

Penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke merupakan empat penyakit katastropik teratas dalam hal biaya pengobatan termahal.

Dalam 5 tahun terakhir, angka klaim penyakit kritis di Manulife melonjak sebesar lebih dari 200% dari Rp12,5 miliar tahun 2015 menjadi Rp25,5 miliar di tahun 2020. Sepanjang pandemi, permintaan untuk asuransi juga terlihat meningkat.

Manulife Asia Care Survey yang dirilis pada Februari 2021, mengungkapkan jika hampir tiga perempat (72%) responden dari Indonesia menyatakan ingin membeli polis baru dalam enam bulan ke depan sedikit lebih tinggi dari rata- rata kawasan Asia (71%) dengan perlindungan penyakit kritis sebagai salah satu jenis asuransi yang banyak diinginkan responden.

Mengingat biaya pengobatan yang besar terhadap penyakit kritis, MiECP menyediakan fitur Power Reset yang memungkinkan nasabah mengatur ulang (reset) Uang Pertanggungan mereka sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. (KS-5)
Komentar