Sosialisasikan Fitur GPM, Bank BTN Mudahkan Milenial Miliki Rumah

Bank BTN Kanwil Surabaya menggelar bincang santai dengan para developer property di Surabaya, Jumat (5/11/2021).

KANALSATU - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, berusaha menggaet nasabah milenial untuk membeli rumah dengan gencar mensosialisasikan fitur Graduated Payment Mortgage (GPM). Pada tahun ini target pencapaian penyaluran KPR Non Subsidi dipatok Rp 10,3 triliun.

Sosialisasi dilakukan melalui Roadshow KPR BTN Gaess for Milenial di sejumlah kota besar di Indonesia. Fitur GPM disebut akan memudahkan milenial untuk memiliki rumah dengan angsuran cenderung ringan di beberapa tahun pertama serta perhitungan suku bunga kredit yang lebih kompetitif.

“Kami melakukan roadshow untuk melakukan pendekatan langsung ke millenial yang saat ini menjadi segmen yang paling diincar BTN. Kami harapkan KPR BTN Gaess for Millenials ini dapat mendominasi 60 persen dari keseluruhan penyaluran KPR non Subsidi,” kata Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage and Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar di Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Untuk mengejar target tersebut, Bank BTN menggelar roadshow di Daerah Istimewa Yogyakarta, Medan, Surabaya, Bandung dan Makassar. Lima kota tersebut, menurut Suryanti memiliki potensi besar karena populasinya tinggi, dengan tingkat pendapatan per kapita masyarakatnya juga besar, dan tentu saja memiliki jumlah penduduk usia millenial cukup banyak.

“Kami pernah melakukan roadshow ini saat pertama kali Kpr BTN Gaess for Millenial diluncurkan ditahun 2018 di kota yang sama dan berhasil menarik animo yang tinggi. Tahun ini kami harap juga demikian apalagi ekonomi sudah mulai pulih, dan sektor properti bangkit,” kata Suryanti.

Menurut Suryanti, fitur GPM yang disematkan dalam KPR BTN Gaess for Millenials ini bisa dimanfaatkan oleh para milenial yang memiliki perencanaan keuangan matang karena fitur ini sesuai dengan kondisi finansial dan tidak tidak terlalu membebani kantong mereka karena pada 2 tahun pertama cicilannya ringan.

Adapun Fitur GPM yang diunggulkan antara lain suku bunga promo lebih rendah dan diperhitungkan secara berjenjang yaitu sebesar 4,75 persen selama 2 tahun pertama pinjaman, dibandingkan dengan KPR biasa yang menggunakan skema fix and cap (bunga naik 1 persen tiap tahun selama 3 tahun pertama), sehingga besar angsuran GPM lebih rendah dibanding angsuran KPR reguler pada awal masa kredit. Setelah itu, pembayaran angsuran akan meningkat secara stabil sesuai dengan asumsi kenaikan penghasilan calon debitur setiap tahunnya.

Suryanti menjelaskan keringanan cicilan yang dimaksud dengan simulasi sebagai berikut, jika milenials membeli rumah seharga Rp 500 juta dengan uang muka 5%, maka angsuran awal dengan fitur GPM, hanya perlu mencicil Rp 2,8 juta per bulan. Sementara tanpa fitur GPM cicilannya akan mencapai sekitar Rp 3,1 juta per bulan.

Dengan penambahan fitur anyar pada KPR BTN Gaess For Millenial, Suryanti berharap Bank BTN menjadi top of mind para millenial ketika ingin membeli rumah. Adapun realisasi KPR BTN Gaess For Millenial sejak tahun 2019 sampai dengan September 2021 telah mencapai Rp 15,2 triliun. (KS-5)
Komentar