Uang Elektronik OVO Nyatakan Tak Terkait dengan OVO Finance Indonesia

Penjelasan dan Klarifikasi OJK dan OVO




KANALSATU - Platform pembayaran digital dan layanan finansial OVO menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kaitan dengan PT OVO Finance Indonesia. Ovo juga tetap terus melayani pengguna di Indonesia untuk melakukan transaksi non tunai.

Sementara penerbit uang elektronik OVO (PT Visionet Internasional) memiliki lisensi dari Bank Indonesia.

Terkait pemberitaan seputar pencabutan izin OFI (PT OVO Finance Indonesia), Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, menegaskan bahwa OFI tidak memiliki kaitan apapun dan bukan bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO. OFI bukanlah anak perusahaan maupun subsidiary dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO.

”Pencabutan izin oleh OJK tersebut, sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap semua lini bisnis dalam kegiatan usaha uang elektronik OVO. Jadi, kabar yang beredar bahwa uang elektronik OVO ditutup itu sepenuhnya adalah hoax dan merupakan berita bohong belaka. Semua layanan dan operasional OVO berjalan normal seperti biasanya. Saldo pengguna di aplikasi OVO kami pastikan aman sepenuhnya,” ujar Karaniya.

Hal serupa ditegaskan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Juru Bicara OJK, Sekar Djarot, Juru Bicara OJK mengatakan bahwa tidak ada keterkaitan antara OFI dan OVO (PT Visionet Internasional).

Sekar mengungkapkan, OJK mencabut izin usaha PT OVO Finance Indonesia (OFI) yang merupakan perusahaan pembiayaan. Perusahaan tersebut merupakan entitas yang berbeda dengan platform OVO (PT Visionet Internasional) yang merupakan penyelenggara uang elektronik di bawah pengawasan Bank Indonesia.

"Pencabutan izin usaha OFI dilakukan karena perusahaan mengembalikan izin usaha atas dasar keputusan pemilik perusahaan karena pertimbangan faktor eksternal dan internal,” demikian ditegaskan Sekar Djarot dalam pernyataan resmi OJK RI. (KS-5)
Komentar