Penuhi Kebutuhan Benih Tebu ATM Perhutani

Sinergi Perhutani dengan PTPN XI

Direktur PTPN XI, R. Tulus Panduwidjaja (kanan) bersama Direktur Operasi dan Perhutanan Sosial Perum Perhutani Natalas Anis Harjanto seusai penandatanganan Perjanjian Kerjasama, Selasa (9/11/2021).


KANALSATU - PT Perkebunan Nusantara XI menjalin sinergi dengan Perum Perhutani untuk memenuhi kebutuhan benih tebu Agroforestri Tebu Mandiri (ATM) dan tebu giling. Hal ini merupakan wujud kesertaan BUMN mendukung program pemerintah dalam pencapaian program swasembada gula nasional.

”PTPN XI bersinergi dengan Perhutani memenuhi kebutuhan benih tebu berkualitas program agroforestri tebu mandiri KPH Ngawi kurang lebih untuk 50 hektar tertanam atau 7,5 hektar benih serta stok bahan baku tebu giling untuk tahun 2022 nanti,” kata Direktur PTPN XI, R. Tulus Panduwidjaja seusai penandatanganan Perjanjian Kerjasama, Selasa (9/11/2021).

Pihaknya mentargetkan bahan baku tebu untuk digiling pada tahun 2022 sebesar 5,2 juta ton tebu dengan salah satu diantaranya berasal dari program agroforestri Perhutani.

Tantangan lainnya adalah kelangkaan pupuk yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kualitas tebu. Untuk mengatasi hal tersebut PTPN XI telah mengaplikasikan pupuk berbahan dasar vinase untuk memperbaiki kesuburan tanah.

Meski komoditas tebu merupakan hal baru, Direktur Operasi dan Perhutanan Sosial Perum Perhutani Natalas Anis Harjanto menegaskan bentuk dukungannya terhadap program ketahanan pangan serta swasembada gula nasional melalui perhutanan sosial.

Sinergi ini diharapkan juga bisa menekan HPP (Harga Pokok Produksi) supaya nanti bisa lebih rasional.

”Kami tetap berusaha untuk all out agar meminimalkan risiko dan melaksanakan budidaya tebu secara benar,” ungkapnya.

Sebagai informasi kerjasama agroforestri antara PTPN XI dengan Perum Perhutani sudah dikembangkan sejak tahun 2017 di wilayah Madiun dan Ngawi. Pemenuhan kebutuhan benih berkualias tersebut dipenuhi dari kebun bibit datar (KBD) yang dikelola PG Pagottan Madiun dan PG Soedhono Ngawi. (KS-5)
Komentar