Patriot Project, Jadi Perluang Berwirausaha di Masa Pandemi

Aktivitas di salah satu Depo PT SPIL di Surabaya.


KANALSATU - Terjadinya pandemi sejak awal tahun lalu membawa beragam efek bagi semua kalangan masyarakat. Tidak sedikit yang akhirnya kondisi ekonominya terganggu akibat penyebaran wabah penyakit secara global ini.

Untuk mengurangi beban masyarakat, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) sejak Agustus 2020 mengadakan program mentoring yang dinamakan Patriot Project. Melalui program ini, SPIL memberikan kesempatan kepada mereka yang bermintat menggeluti usaha di bidang logistik.

Salah satu mitra SPIL yang sudah menjalankan bisnis ini adalah Adi Sujitno. Pria asal Malang ini bergabung dalam Patriot Project sejal awal November tahun ini. ”Saya tertarik bergabung menjadi mitra SPIL di Patriot Project ini karena persayaratannya mudah. Lagipula konsumen kan mintanya yang murah dan cepat. Nah SPIL bisa memenuhi kebutuhan ini karena mereka sudah serba digital,” ujar Adi.

Pria yang memiliki pengalaman di bidang ekspedisi ini mengakui digitalisasi yang dilakukan SPIL sudah jauh lebih maju dibandingkan perusahaan sejenis yang masih serba manual. Pengurusan dokumen melalui layanan MySpil yang dikembangkan SPIL juga jauh lebih mudah dan praktis karena tidak perlu lagi dokumen fisik.

Dikatakan Adi, dalam usaha jasa pengiriman barang seperti ini, kepercayaan menjadi hal yang sangat penting. ”SPIL sudah punya nama, jadi sudah ada jaminan bagi konsumen untuk menggunakan jasa saya karena nantinya akan menggunakan layanan dari SPIL,” katanya lagi.

Sebelum menjalankan program kemitraan, Adi juga mengikuti pelatihan mengenai mekanisme pengiriman melalui SPIL. Sistem yang dijalankan menurut Adi juga tidak terlalu sulit. Hingga saat ini ia juga masih mendapat pendampingan dari SPIL.

Change Agent Manager PT SPIL Febrian Darmadi menambahkan, dalam Patriot Project ini SPIL memberikan pelatihan kepada orang-orang yang berminat untuk membuka lapangan pekerjaan di bidang logistik. Sejauh ini program sudah berjalan selama dua periode yaitu pada Agustus-Oktober 2020 dan periode kedua pada Juni – September 2021.

Peserta pelatihan dari beragam kalangan. Mulai dari masyarakat umum hingga mahasiswa yang baru lulus dari bangku kuliah.

Selama pandemi, kegiatan mentoring dilakukan secara online. Mereka yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan materi mengenai dunia bisnis logistik, pengenalan tentang digitalisasi layanan di SPIL dan termasuk bimbingan yang tak hanya sekedar materi seperti bisnis proses logistik, melainkan turun ke lapangan langsung untuk mendapatkan pelanggan.

”Kami juga tetap membuka kesempatan bagi peserta untuk bertanya jika menemui kendala di lapangan. SPIL melalui SPIL University juga memberikan pelatihan seperti bagaimana berjualan, negosiasi, hingga mempersiapkan materi presentasi jualan.

Febrian menambahkan, untuk mitra Patriot dapat memilih salah satu dari dua pelayanan logistik yaitu Full Container Loaded (FCL) dan Less Container Loaded (LCL). Untuk FCL, pengirim barang berhak atas satu kontainer penuh. Sedangkan LCL, pengiriman menggunakan satu kontainer yang di dalamnya terdiri dari beberapa pengirim berbeda.

"Hitungan LCL menggunakan satuan kubikasi atau tonase,” jelasnya. Untuk pengiriman, SPIL Logistics sudah melayani rute se-Indonesia. Untuk memudahkan pengecekan, pengirim bisa melacak posisi barang melalui aplikasi MySpil yang sudah diluncurkan sejak 2017 lalu. (KS-5)
Komentar