20 Atlet Panjat Tebing Jatim Turun di Sirnas

2 - 6 Agustus 2022 di Jakarta

ilustrasi

KANALSATU - Sebanyak 20 atlet panjat tebing Jawa Timur (Jatim), ambil bagian pada sirkuit nasional (Sirnas) di Jakarta, 2-6 Agustus mendatang. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jatim sendiri, telah menggelar seleksi di wall climbing lapangan KONI, Selasa (12/7/2022) kemarin.

Seleksi menuju sirnas ini, diikuti atlet-atlet asal Surabaya, Gresik, Kota Probolinggo, Kota Blitar, Kota Kediri, Tuban, dan Ponorogo. Adapun kategori yang dilombakan adalah lead, boulder, dan speed world record perorangan putra-putri.

Nama-nama yang terjaring terdiri atas 10 putra dan 10 putri. Menariknya, hasil seleksi tersebut memunculkan nama-nama atlet putri masa depan. Dimana beberapa di antaranya belum pernah mengisi kursi pemusatan latihan daerah (puslatda).

Tak hanya itu, beberapa nama peraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII/2022 Jatim juga terpilih. “Selain sudah unjuk gigi (di Porprov), mereka juga dipantau talent scouting di beberapa kejuaraan,” kata Sekretaris Umum FPTI Jatim, Fatah Raditya.

Pada kategori boulder putri, menghasilkan tiga atlet baru, yakni Virgirina Salja Nafisah Islami (Surabaya), Iinaas Nuur Ghoni, dan Alma Ariella Tsany (keduanya dari Gresik). Untuk lead putri ada nama baru seperti Nur Ismatul Sakdia asal Gresik. Pun demikian di kategori speed melahirkan Egalita Adliyah Baiquni (Surabaya).

Adapun atlet putra non-puslatda yang lolos seleksi adalah Ferdy Andreansyah (Kota Blitar) dan M. Rizky Samudra (Surabaya).

“Atlet yang terjaring di luar tiga besar adalah Putra Tri Ramadani (Kota Kediri/lead) dan Antasyafi Robbi Al Hilmi (Gresik/speed),” beber Fatah.

Seleksi ini, memilih tiga atlet putra-putri teratas dari masing-masing kategori. Namun dari seleksi ini terdapat atlet yang lolos di kategori yang berbeda. Keputusan yang diambil FPTI Jatim adalah mengambil peringkat keempat dari kategori dengan peserta terbanyak.

Sebelumnya, Fatah mengatakan jika FPTI Jatim telah mengumumkan adanya seleksi daerah menuju sirnas kepada seluruh anggota. Sebab, ajang ini merupakan sarana menuju pemusatan latihan nasional (pelatnas).

“Output dari sirkuit nasional ini adalah penentuan peringkat nasional. Muaranya untuk mengisi kursi pelatnas,” tandasnya. (ega)

Komentar