Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu, Sekdaprov Jatim Paparkan Ekosistem Dukung Pemberdayaan UMKM Di Jatim



KANALSATU - Pemprov Jawa Timur menyiapkan ekosistem yang menunjang pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Ekosistem ini berupaya mewadahi dan menjawab tantangan yang dihadapi oleh UMKM di Jatim.

"Pemprov Jatim berusaha mendukung dan menjawab tantangan yang dihadapi UMKM dari hulu ke hilir, sesuai dengan tiga poin dalam Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Kerja, Jatim Berdaya, dan Jatim Agro," kata Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono dalam Gelar Wicara Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu Jatim di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Timur I, Kamis (29/9/2022).

Ekosistem ini di antaranya berupa forum-forum penunjang skill seperti East Java Super Corridor (EJSC), Millenial Job Center (MJC), Kampus UMKM Shopee, Platform Pelatihan untuk pelaku Koperasi UMKM “SI JAWARA+".

Selain itu, produk-produk UMKM juga dipantau kualitasnya melalui Rumah Kurasi dari Bank Indonesia untuk proses kurasi UMKM. Ada juga platform belanja online yang seluruhnya diperuntukkan pada UMKM Jatim, yaitu Jatim Belanja Online (Jatim Bejo) yang merupakan platform pengadaan barang/jasa Pemprov Jatim.

Pemprov Jatim juga memberikan permudahan pendanaan dan perizinan pada UMKM. Seperti melalui Sistem Aplikasi Pengajuan Dana Bergulir (SAPDA) Dinas Koperasi dan UKM Jatim (sapda.diskopukm.jatimprov.go.id) dan perizinan melalui OSS yang terintegrasi dengan DPMPTSP Provinsi Jatim.

Sekdaprov Jatim itu mengatakan bahwa pemberdayaan UMKM di Jatim sangat penting. Pasalnya, perekonomian di Jatim disokong oleh UMKM-nya yang berjumlah sekitar 9,78 juta.

"Jatim termasuk 10 provinsi yang bisa mengendalikan inflasi. Ini merupakan kontribusi dari salah satunya UMKM yang jumlahnya di Jatim ini mencapai 9,78 juta. Dari UMKM yang ada mampu berkontribusi bagi PDRB Jatim sebeswr 57,81 persen," kata Adhy.

Adhy melanjutkan, bahwa ini tak lepas dari jumlah penduduk Jatim yang tinggi. Mau tidak mau, masyarakat perkotaan ini harus andil sebagai aktor ekonomi, salah satunya dengan membuka usaha sendiri. Ia menekankan, inilah yang menunjang perekonomian Jatim.

Ia pun optimis bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat meningkatkan kinerja UMKM, dan dengan itu membangkitkan perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat.

"Jatim beruntung tingkat residensinya tinggi. Sehingga pertumbuhan ekomoninya sangat tinggi yaitu 5,74 persen, karena sebagian besar penduduknya adalah aktor ekonomi. Itu usaha mereka memenuhi kebutuhan dasar, tapi disamping itu mereka juga menciptakan lapangan kerja sehingga perekonomian daerah jadi tersokong," pungkasnya. (KS-10)
Komentar