798 Guru dilepas ke daerah terpencil

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas sebanyak 798 guru yang akan bertugas di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, di seluruh Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/5) pagi.

Mereka akan ditempatkan di 4 propinsi, yaitu Aceh, NTT, Papua, dan Papua Barat, meliputi 28 Kabupaten, yakni Aceh Besar, Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Selatan, Gayo Lues, Simeulue, Alor, Deiyai, Flores Timur, Jayawijaya, Kepualauan Yapen, Kab.Kupang, Lanny Jaya, Kab.Manggarai, Kab.Manggarai Timur, Kab.Manokwari, Kab.Manokwari Selatan, Pegunungan Bintang, Raja Ampat, Rote Ndao, Kab.Sorong, Kab.Sorong Selatan, Sumba Timur, Supiori, Tambrauw, Teluk Bintuni, Waropen, dan Yalimo.

Presiden Jokowi dalam sambutannya menyatakan setuju dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), bahwa ke-798 guru itu semuanya adalah pejuang, karena tempat yang akan dituju adalah memang tempat-tempat yang sulit, terpencil, lokasi-lokasi perbatasan, dan ini tidak usah menjadi keraguan.

“Saya melihat pancaran optimisme di wajah-wajah Bapak/Ibu dan Saudara-saudara semuanya, arena penempatannya masih berada dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan, pemerintah sangat berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan pendidikan, pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah, yang terutama sudah diidentifikasi sebagai wilayah yang tingkat dan pelayanan pendidikannya masih rendah dan kurang baik.(foto: setkab.go.id)
Komentar