Kredit Foto:
gepenk
gepenk
KANALSATU - Konsolidasi terus dilakukan oleh Ketua Umum Kadin Jatim yang kini menjadi bakal calon gubernur Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Rabu (26/7), La Nyalla mengunjungi Pasar Pon Trenggalek untuk berdialog dengan warga dan pedagang.
Di tempat tersebut, La Nyalla pun menjadi sasaran curhat banyak warga dan pedagang. Mayoritas dari mereka mengeluhkan tentang kondisi ekonomi saat ini yang cukup berat, baik karena kenaikan tarif listrik maupun belum bergairahnya ekonomi.
"Sekarang garam juga mahal, Pak. Sudah mahal, susah lagi barangnya, tidak ada di pasar," kata Wati, salah seorang warga.
Warga yang lain, Siti Aminah, mengeluhkan masih sulitnya mencari lapangan pekerjaan. "Anak saya sudah lulus kuliah masih susah cari kerja Pak. Mau bisnis sendiri tidak gampang, modalnya susah," ujarnya.
La Nyalla tampak dengan telaten melayani curhat warga. Dia menjawab pertanyaan warga dengan menjabarkan apa yang seharusnya dilakukan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
"Seperti kami di Kadin Jatim, sudah bertindak konkrit memberdayakan UMKM dan pengusaha-pengusaha muda baru. Kita fasilitasi anak-anak muda berbisnis, tidak hanya mencari lapangan pekerjaan, tapi menciptakan lapangan pekerjaan. Tapi skala Kadin tentu terbatas. Seharusnya Pemprov Jatim bisa hadir dan membantu permasalahan warga semacam ini," kata La Nyalla yang dikenal sebagai pengusaha sukses di berbagai sektor ekonomi.
La Nyalla memaparkan, ke depan Jatim butuh penguatan ekonomi yang berkeadilan. "Percuma ekonomi maju, tapi yang menikmati segelintir orang kaya. Maka saya mengusung visi keadilan sosial harga mati untuk Jatim lebih makmur. Kita angkat wong cilik lebih mandiri, bukan cuma memanfaatkan wong cilik saat kampanye saja,” tegas La Nyalla.
Dalam kesempatan itu, La Nyalla berkeliling pasar. Dia melihat lapak penjual sembako, buah, dan beragam kebutuhan pokok warga. "Seperti pasar ini, kan seharusnya direvitalisasi. Pembeli bisa nyaman, pedagang untung karena dagangannya bisa lebih ramai," kata dia.
La Nyalla pun membeli sejumlah buah lokal seperti jeruk dan sawo. Dia juga membeli camilan ringan. "Saya suka jeruk lokal. Rasa manisnya pas, tidak seperti jeruk impor. Ke depan para petani jeruk ini harus difasilitasi produk turunannya, misal bikin minuman kemasan berbasis koperasi biar keuntungannya bertambah,” ujarnya.(KS)
Di tempat tersebut, La Nyalla pun menjadi sasaran curhat banyak warga dan pedagang. Mayoritas dari mereka mengeluhkan tentang kondisi ekonomi saat ini yang cukup berat, baik karena kenaikan tarif listrik maupun belum bergairahnya ekonomi.
"Sekarang garam juga mahal, Pak. Sudah mahal, susah lagi barangnya, tidak ada di pasar," kata Wati, salah seorang warga.
Warga yang lain, Siti Aminah, mengeluhkan masih sulitnya mencari lapangan pekerjaan. "Anak saya sudah lulus kuliah masih susah cari kerja Pak. Mau bisnis sendiri tidak gampang, modalnya susah," ujarnya.
La Nyalla tampak dengan telaten melayani curhat warga. Dia menjawab pertanyaan warga dengan menjabarkan apa yang seharusnya dilakukan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
"Seperti kami di Kadin Jatim, sudah bertindak konkrit memberdayakan UMKM dan pengusaha-pengusaha muda baru. Kita fasilitasi anak-anak muda berbisnis, tidak hanya mencari lapangan pekerjaan, tapi menciptakan lapangan pekerjaan. Tapi skala Kadin tentu terbatas. Seharusnya Pemprov Jatim bisa hadir dan membantu permasalahan warga semacam ini," kata La Nyalla yang dikenal sebagai pengusaha sukses di berbagai sektor ekonomi.
La Nyalla memaparkan, ke depan Jatim butuh penguatan ekonomi yang berkeadilan. "Percuma ekonomi maju, tapi yang menikmati segelintir orang kaya. Maka saya mengusung visi keadilan sosial harga mati untuk Jatim lebih makmur. Kita angkat wong cilik lebih mandiri, bukan cuma memanfaatkan wong cilik saat kampanye saja,” tegas La Nyalla.
Dalam kesempatan itu, La Nyalla berkeliling pasar. Dia melihat lapak penjual sembako, buah, dan beragam kebutuhan pokok warga. "Seperti pasar ini, kan seharusnya direvitalisasi. Pembeli bisa nyaman, pedagang untung karena dagangannya bisa lebih ramai," kata dia.
La Nyalla pun membeli sejumlah buah lokal seperti jeruk dan sawo. Dia juga membeli camilan ringan. "Saya suka jeruk lokal. Rasa manisnya pas, tidak seperti jeruk impor. Ke depan para petani jeruk ini harus difasilitasi produk turunannya, misal bikin minuman kemasan berbasis koperasi biar keuntungannya bertambah,” ujarnya.(KS)
