Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terima CEO Inpex Corporation – Jepang, Toshiaki Kitamura di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (18/9). Inpex adalah perusahaan minyak dan gas Jepang yang memulai usahanya di Indonesia pada 21 Februari 1966 dengan nama North Sumatra Offshore Petroleum Exploration Co. Ltd.
Kitamura melaporkan perkembangan pembangunan lapangan gas Abadi di Blok Masela, di Laut Arafuru, Papua, yang digarapnya. Proyek ini menargetkan produksi awal LNG sebanyak 2.5 juta ton per tahun dengan jangka waktu proyek selama 30 tahun.
Pada Oktober 1966, Inpex menandatangani Production Sharing Contract (PSC) dengan pemerintah Indonesia untuk memegang hak 100% pengoperasian dua blok, yaitu blok lepas pantai Mahakam dan Unit Attaka. Kontrak tersebut diperpanjang pada Januari 1991 untuk 20 tahun hingga tahun 2017.
Saat ini, Inpex Corporation beroperasi di Indonesia, Australia, negara-negara Laut Kaspia (Kazakhstan, Azerbaijan, dan Georgia), Timur Tengah (Uni Emirat Arab dan Abu Dhabi), dan Brasil.
Kitamura melaporkan perkembangan pembangunan lapangan gas Abadi di Blok Masela, di Laut Arafuru, Papua, yang digarapnya. Proyek ini menargetkan produksi awal LNG sebanyak 2.5 juta ton per tahun dengan jangka waktu proyek selama 30 tahun.
Pada Oktober 1966, Inpex menandatangani Production Sharing Contract (PSC) dengan pemerintah Indonesia untuk memegang hak 100% pengoperasian dua blok, yaitu blok lepas pantai Mahakam dan Unit Attaka. Kontrak tersebut diperpanjang pada Januari 1991 untuk 20 tahun hingga tahun 2017.
Saat ini, Inpex Corporation beroperasi di Indonesia, Australia, negara-negara Laut Kaspia (Kazakhstan, Azerbaijan, dan Georgia), Timur Tengah (Uni Emirat Arab dan Abu Dhabi), dan Brasil.
