LaNyalla : Atlet Senam Ritmik Sutjiati Layak Diberi Kesempatan Ikuti SEA Games

KANALSATU - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyatakan sangat perhatian terhadap masalah Sutjiati Narwndra, atlet senam ritmik Indonesia.
Perhatian tersebut diberikan karena Sutjiati gagal berangkat ke SEA Games 2021, padahal rekam jejak prestasinya dinilai sangat bagus.
Karena itu LaNyalla berharap Sutjiati mendapat kesempatan, bisa diberangkatkan ke SEA Games berikutnya.
Seperti ramai diberitakan bahwa Sutjiati hagal diberangkatkan ke SEA Games 2021. Bahkan berita tersebut mendadak viral setelah atlet senam ritmik itu menumpahkan kegelisahannya di media sosial.
Sutjiati juga sempat tampil di podcast milik Deddy Corbuzier, sehingga menarik perhatian tokoh nomor satu di DPD RI.
Menurut LaNyalla, dirinya bisa mengerti kegelisahan yang dirasakan Sutjiati Narendra. Apalagi ia sangat berprestasi di tingkat nasional.
“Saya tahu ada mekanisme yang dipakai KONI untuk menentukan cabang olahraga yang akan diberangkatkan ke ajang multievent seperti SEA Games. Namun, konteks yang dialami pesenam Sutjiati ini juga harus disimak,” kata LaNyalla yang sedang reses di Jawa Timur, Kamis (21/4/2022).
Terungkap Sutjiati adalah pesenam yang lahir di New York, Amerika Serikat. Ibunya kelahiran Amerika sedangkan ayahnya Indonesia.
“Dari unggahan media sosialnya, Sutjiati ini datang ke Indonesia atas permintaan Presiden agar anak-anak muda yang berkewarganegaraan ganda bisa pulang dan membangun Indonesia. Ia melakukan itu,” jelas LaNyalla.
Senator asal Jawa Timur ini menambahkan, Sutjiati juga telah memperlihatkan kemampuannya saat tampil di PON XX Papua, membela kontingen Lampung. Ia menyabet emas. Yang menjadi masalah, senam ritmik dianggap tidak memiliki rekam jejak bagus, sehingga tidak diberangkatkan ke SEA Games karena tidak memiliki potensi.
“Mungkin selama ini senam ritmik dianggap tidak maksimal. Tapi, Sutjiati pulang ke Indonesia untuk mulai membangun itu. Jika tidak diberikan kesempatan, maka rekam jejak itu tidak akan pernah ada. Oleh karena itu, saya berharap KONI bisa memberikannya kesempatan,” ujarnya.
Senam ritmik merupakan satu dari 14 cabang olahraga/sub cabor yang diputuskan tak diberangkatkan ke multi ajang olahraga se-Asia Tenggara di Vietnam, 12-23 Mei mendatang. Ukurannya adalah rekam jejak prestasi dan potensi perolehan medali. (ard)