Tak Percaya DPR, Presidium ASELI Salurkan Aspirasi ke DPD RI

KANALSATU - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Presidium Aksi Selamatkan Indonesia (ASELI) menyampaikan aspirasi ke DPD RI.
Para aktivis itu menemui Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Gedung B Nusantara III, Jumat (20/5/2022), untuk menyampaikan sejumlah aspirasi.
Inti dari aspirasi yang disampaikan itu adalah mengenai situasi kebangsaan yang dianggap melenceng jauh dari konstitusi dan cita-cita para pendiri bangsa.
Menurut oara aktivis, langkah itu bukan tanpa alasan, ASELI menemui LaNyalla karena Sudah tidak percaya dengan DPR RI yang dinilai sudah tak lagi berfungsi.
Sedangkan DPD RI, dikatakan dianggap masih murni menjalankan konstitusi dan memperjuangkan aspirasi serta kepentingan rakyat.
"Kami melihat ada disfungsi parlemen. Anggota DPR selaku wakil rakyat, yang seharusnya membela kepentingan rakyat malah membela kepentingan penguasa," kata Muhidin Jaluh alias Jaluh Pitung, salah seorang aktivis.
Oleh karenanya, Jalih dan aktivis Presidium ASELI lebih memilih menyalurkan aspirasi ke DPD RI yang masih murni memperjuangkan aspirasi rakyat.
"Kami sudah tak percaya lagi dengan DPR RI. Kami menggantungkan harapan kepada DPD RI. Kami percaya anggota DPD RI jauh lebih dipercaya rakyat. Mereka betul-betul mengumpulkan aspirasi rakyat dari pintu ke pintu, gang ke gang, kota ke kota, untuk selanjutnya diperjuangkan," tutur Jalih.
Hal senada diungkapkan Nuralam, aktivis lainnya. Bahkan dia menegaskan tak meluhat tiga peran dan fungsi DPR RI, alias lembaga tinggi tersebut dunilai sama sekali sudah tak berfungsi.
"Tiga peran DPR RI sudah tak berfungsi. Pengawasan, sistem controlling sangat lemah. Fungsi budgeting dan pembuatan undang-undang hanya untuk kepentingan asing dan aseng," tuturnya.
Di sisi lain dia optimistis DPD RI akan betul-betul memperjuangkan aspirasi rakyat, juga yakin DPD RI di bawah kepemimpinan LaNyalla akan membawa rakyat menjadi tuan di rumahnya sendiri.
"Oleh karenanya, kami lebih memilih menyalurkan aspirasi ke DPD RI dengan langsung menemui Pak LaNyalla ketimbang ke DPR RI," ujar Nuralam.
Menanggapi hal tersebut Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat terhadap lembaga yang dipimpinnya.
Dikatakannya, sesuai amanat konstitusi, DPD RI berperan untuk menghimpun, menerima, menyerap dan meneruskan aspirasi, baik komunal maupun pribadi.
"Kami terus meluruskan arah perjalanan bangsa ini. Saya sendiri sudah berkunjung ke 34 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota. Semua aspirasi kita serap lalu kita teruskan ke pemerintah," jelasnya.
Senator asal Jawa Timur itu menjelaskan, ketika kali pertama dilantik sebagai Ketua DPD RI, LaNyalla disumpah atas nama Allah SWT dengan kitab suci Alquran.
"Berdasarkan sumpah tersebut, tugas saya menjalankan konstitusi dan undang-undang secara lurus," tutur LaNyalla.
LaNyalla menambahkan, tugasnya sebagai Ketua DPD RI adalah membela kepentingan rakyat dan berusaha terus untuk menegakkan kebenaran.
"Kebenaran itu bisa disalahkan, tetapi kebenaran itu tak dapat dikalahkan. Jadi saya dalam bertindak selalu mengedepankan akal, fikir dan dzikir," tutur LaNyalla
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi Senator Bustami Zainuddin (Lampung), Fachrul Razi (Aceh), Ketua Gerakan Bela Negara Brigjen TNI (Purn) Purnomo, Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifuddin, Brigjen Pol Amostian dan Togar M Nero serta Kepala Biro Sekretariat Pimpinan DPD RI, Sanherif Hutagaol.
Sedangkan Presidium ASELI yang hadir di antaranya Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, Kolonel (Purn) Sugeng Waras, Ruslan Buton, Babe Aldo, Muhiddin Jalih alias Jalih Pitung, Nuralam, Buyung Ishak dan sejumlah tokoh nasional lainnya. (ard)