UPN Veteran Jatim Minta Dukungan LaNyalla untuk Pembukaan Fakultas Kedokteran dan Tambahan Beasiswa

UPN VETERAN: Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof Akhmad Fauzi (hem batik), menyerahkan cinderamata kepada Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, usai memberikan Kuliah Umum di kampus tersebut, Senin (17/10/2022). (sefdin)

KANALSATU - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur meminta dukungan kepada Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, untuk pembukaan fakultas kedokteran dan usulan beasiswa mahasiswa.

Permintaan dukungan itu disampaikan langsung oleh Rektor UPN Veteran Jatim Prof Akhmad Fauzi, saat LaNyalla memberikan Kuliah Umum di kampus tersebut, Senin (17/10/2022).

Prof Akhmad Fauzi mengatakan, UPN Veteran Jawa Timur sudah lahir sejak 63 tahun lalu dengan beberapa kali perubahan status. 

Mulai tahun 2014 UPN Veteran Jawa Timur telah menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri di bawah Kemendikbud dan Ristek.

Sejak itu UPN Veteran Jawa Timur membuka 31 bidang studi dengan 7 fakultas, dan sekaligus merupakan perguruan tinggi terakreditasi A. 

Dalam pengelolaan keuangan juga sudah dua kali mendapatkan WTP. Bahkan kami sudah dinyatakan layak membuka fakultas kedokteran. 

"Untuk itu dalam kesempatan ini kami memohon dukungan dari Ketua DPD RI agar kami segera bisa membuka fakultas yang kami harapkan tersebut," kata Prof Akhmad.

Selanjutnya menurut Rektor, kampus UPN Veteran berkomitmen dan mengukuhkan diri sebagai kampus bela negara. Hal ini sesuai semangat dan kontribusi para veteran sebagai pendiri UPN yang notabene mereka adalah para pejuang kemerdekaan.

"Sehingga kami bisa menghasilkan lulusan yang tidak hanya pintar, tapi punya rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Yang mampu mengawal NKRI menjadi negara yang bisa bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Jawa Timur, Catur S, meminta dukungan Ketua DPD RI terkait beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu. 

Dari 20 ribu mahasiswa, menurutnya, ada 700 mahasiswa yang perlu diberi diberi beasiswa. Namun pihaknya baru mampu meng-cover 400 mahasiswa, sehingga 300 mahasiswa belum bisa ditangani.

"Kami minta bantuan, dukungan maupun dorongan Pak Ketua DPD RI agar sisanya, sekitar 300 mahasiswa ini bisa mendapatkan beasiswa. Mungkin Bapak bisa sampaikan ke Kementerian berwenang atau pihak terkait lainnya," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD RI meminta agar aspirasi tersebut dituangkan secara resmi dan tertulis. Nantinya aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pihak berwenang.

Pada prinsipnya, dirinya siap mendukung agar Fakultas Kedokteran ada di kampus ini. Mudah-mudahan segera terealisasi, dan DPD RI siap mengawal.

"Mengenai kekurangan beasiswa bagi mahasiswa, nanti akan kita usahakan untuk disampaikan ke Kementerian berwenang. Kita sama-sama mencari jalan keluar terbaik, supaya adik-adik mahasiswa ini tetap mendapatkan pendidikan terbaik di sini," tegas LaNyalla. (ard)

Komentar