Perluas Akses Masyarakat Terhadap Program IVF, Morula Indonesia Akuisisi RSIA Pusura Tegalsari

KANALSATU – Minat warga Jawa Timur terhadap program bayi tabung terus meningkat setiap tahunnya. Karena itu, PT Morula Indonesia kembali menambah lokasi layanan program bayi tabung di pusat Kota Surabaya.
Presiden Direktur PT Morula Indonesia Ivan Rizal Sini mengatakan, di Jatim Morula IVF telah melakukan 800 program bayi tabung. Sementara secara nasional sekitar 6000 program per tahun.
”Di Surabaya pertumbuhannya sangat cepat dan kami tahu masyarakat membutuhkan layanan yang komprehensif,” ujarnya usai penandatanganan akta jual-beli pengambilalihan Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Pusura Tegalsari di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/4/2022).
Di Surabaya sebenarnya telah ada klinik Morula IVF di kawasan Surabaya barat. Dengan dibukanya RSIA Morula Pusura Surabaya diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat yang ingin melaksanakan program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.
"Secara khusus ini menjadi sebuah komitmen Morula IVF Indonesia dalam melayani lebih banyak masyarakat Jawa Timur pada umumnya dan Surabaya pada khususnya. RSIA Pusura Tegalsari adalah RSIA favorit di Jawa Timur, berada di pusat kota yang sudah dikenal oleh masyarakat luas di Surabaya," kata Ivan.
Menurutnya, penandatangan AJB ini menjadi sebuah penegasan bahwa Morula IVF Indonesia adalah fasilitas bayi tabung dengan jaringan terluas di tanah air. Hal ini juga menjadi bentuk optimisme menuju perkembangan bisnis dan pertumbuhan yang semakin besar di tahun 2022.
Morula IVF Indonesia merupakan bagian dari Bundamedik Healthcare System yang fokus dalam pengembangan klinik fertilitas 'Morula IVF' di Indonesia. Dalam pengembangannya, pada Tahun 1997 berdiri Klinik Fertilitas Morula yang saat ini telah berganti nama menjadi Morula IVF Jakarta.
Saat ini Morula IVF memiliki 10 klinik yang tersebar mulai Sumatera bagian utara, Jawa, Sulawesi hingga Bali. Peningkatan pasien yang mengikuti program bayi tabung semakin bertambah setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 30% per tahun. (KS-5)