Juni, Jatim Alami Inflasi 0,49 Persen

Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan
SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi Jatim pada Mei 2022 secara mont to mont (mtm) mencapai 0,49 persen. Kenaikan inflasi ini disebabkan oleh kenaikan tarif sejumlah barang pokok dan transportasi.
“Seperti yang kita tahu bersama, bahwa pada awal Mei kita ada perayaan Idul Fitri yang tentunya dari catatan kami terjadi kenaikan harga di tingkat eceran yang cukup tajam, dengan beberapa kelompok penyumbang utama kenaikan harga yakni pada makanan, minuman, tembakau dan beberapa transportasi,” kata Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan dalam paparan Berita Resmi Statistik (BRS), Kamis (2/6/2022).
Adapun komoditas penyumbang inflasi Mei 2022 yang mengalami perubahan atau kenaikan harga di antaranya angkutan udara mengalami kenaikan harga 6,62 persen, telur ayam ras 6,78 persen, bawang merah 15,15 persen, tempe 5,52 persen, sewa rumah 0,65 persen, roti manis 4,66 persen, angkutan antar kota 8,39 persen, upah asisten rumah tangga 0,77 persen, ayam hidup 5,01 persen, dan es 3,04 persen.
Sementara komoditas yang telah menahan laju inflasi atau disebut deflasi di antaranya minyak goreng mengalami penurunan harga -4,21 persen, emas perhiasan -0,71 persen, daging ayam ras -061 persen, nangka muda -10,59 persen, anggur -2,09 persen, tarif kendaraan roda 2 online -2,02 persen, ikan bandeng/ikan bolu -1,78 persen, tomat -2,02 persen, melon -1,23 persen, dan bawang putih -0,50 persen.
Dadang menambahkan, dari delapan kota dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim seluruhnya mengalami inflasi pada Mei 2022. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep 1,10 persen, dan terendah di Kota Kediri 0,08 persen.
Dia mengatakan secara tahun kalender yakni Mei 2022 terhadap Desember 2021 Jatim mengalami inflasi 2,79 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun yakni Mei 2022 terhadap Mei 2021, Jatim mengalami inflasi 4,24 persen. (KS-5)