Lutfil Hakim: Wartawan Anggota PWI Ponorogo Harus Kritis

KANALSATU - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim, menegaskan wartawan anggota PWI Ponorogo harus lebih kritis dan berjuang melalui karya jurnalistik untuk kemajuan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan saat pengukuhan 13 pengurus PWI Ponoroga periode 2022-2025, di aula Pendapa Kecamatan Ngebel Ponorogo, Minggu (30/10/2022).
Lutfil juga menjelaskan, tidaklah mudah atau tidak semua wartawan bisa bergabung untuk menjadi anggota PWI.
Alasannya, karena memang ada beberapa tahapan yang harus diikuti para wartawan, salah satunya adalah harus mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang diselenggarakan Dewan Pers.
“Menjadi anggota PWI memang tidak mudah. Kaewna qajib mengikuti uji Kenapa dwmikian, karena sebelum mencerdaskan orang lain, wartawan anggota PWI harus cerdas dulu. Jadi tidak heran jika anggota PWI tidak banyak,” tegasnya.
Lutfil pada kesempatan menjelaskan, bahwa wartawan dekat dengan para pejabat bahkan sekaliber Bupati, itu boleh. Namun, harus tetap kritis dalam melihat permasalahan. Dengan begitu membuat pemerintahan bisa lebih baik. Yang terpenting lagi, kiprah para wartawan dari berbagai media itu, diharapkan mampu mengawal kebijakan pemerintah secara obyektif.
“Silahkan saja dekat dengan para pejabat, sekalipun bupati. Tapi seorang jurnalis harus tetap kritis, dan obyektif dalam melihat permasalahan untuk membuat pemerintah lebih baik,” papar sosok yang akrab dipanggil Pak Item itu.
Dalam kesempatan itu, Lutfil menyentil kondisi ekonomi masyarakat di 'bumi reog' yang masih berkutat dalam pertanian dan perdagangan saja.
Menurut dia, Kabupaten Ponorogo yang memiliki 21 kecamatan dengan kondisi geografis yang beragam, pasti banyak potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Salah satunya, kata dia, adalah potensi pariwisata, yaitu ada Telaga Ngebel, puluhan air terjun, dan masih banyak lagi potensi wisata alam maupun wisata budaya.
Harusnya, banyaknya potensi wisata itu bisa tereksplore secara maksimal, baik secara nasional maupun sampai jauh ke mancanegara.
“Potensi ini akan menjadi peluang ekonomi yang bagus bagi masyarakat. Tentunya harus dikelola dengan baik dan bijak. Termasuk Telaga Ngebel ini, coba jalan yang melingkar ini dilebarkan satu meter saja, pasti dampaknya akan luar biasa bagus,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan sependapat dengan Ketua PWI Jawa Timur.
Dia juga mengakui tidak tipis telinga ketika menyikapi kritis dari para wartawan, khusuanya kritik yang dilayangkan untuk membangun dan memajukan masyarakat.
Dirinya bahkan berharap, pengurus baru yang terpilih ini, bisa berperan aktif dalam mengawal program-program pemerintah, baik yang sedang berjalan, maupun yang masih dalam tahap perencanaan.
“Kami akan mendukung penuh pelaksanaan UKW jika memang itu dibutuhkan. Silahkan PWI Ponorogo, membuka ruang bagi anggota baru,” tegas Kang Giri, sapaan karib Sugiri Sancoko, seperti dilansir beritajatim.com.
Sementara Siti Noor Ainie, Ketua PWI Kabupaten Ponorogo, menambahkan sudah 6 tahun PWI Ponorogo berdiri, mengklaim bahwa anggotanya sudah mengantongi sertifikat UKW.
Bahkan Mbak Noora, sapaan Siti Noor Aini, berharap para anggota mampu berperan aktif sebagai pilar demokrasi, mitra sekaligus pengawas kebijakan pemerintah, baik yudikatif maupun legislatif, swhingga terwujud pemerintahan yang transparan dan bermartabat.
“Tidak hanya pemerintah saja yang mau dikritik, kami para wartawan juga siap menerima saran dan masukan. Kami tidak arogan, kami hanya berusaha untuk lebih obyektif dan presisi,” tegasnya. (ard)