Branded Store Bonsoir Buka Toko Offline di Surabaya

Perwakilan manajemen Bonsoir, Devy Vicario Ong (kiri) saat pembukaan luxury multi-brand store, Bonsoir di Surabaya, Selasa (27/1/2026).

KANALSATU - Surabaya kini punya destinasi baru untuk para pencinta fashion branded. Bonsoir Indonesia, pionir luxury multi-brand store yang selama 15 tahun dikenal lewat platform online, resmi membuka toko offline pertamanya di Pakuwon Square, Surabaya, Selasa (27/1/2026).

Kehadiran butik ini menjadi jawaban atas kebutuhan pelanggan yang ingin melihat, menyentuh, dan mencoba langsung koleksi fashion mewah sebelum membeli. Selama ini, Bonsoir dikenal luas melalui situs bonsoir.id serta berbagai marketplace. 

“Pembukaan toko offline ini jadi langkah penting buat kami supaya bisa lebih dekat dengan pelanggan, khususnya di Surabaya,” ujar perwakilan manajemen Bonsoir, Devy Vicario Ong. 

Selain berasal dari Surabaya, pemilihan Kota Pahlawan sebagai lokasi offline store pertama Bonsoir juga didasari karena besarnya pasar fashion luxury di Kota ini. Selain itu, Surabaya juga menjangkau konsumen dari Sulawesi serta Kalimantan. 

Tak hanya menawarkan produk baru, Bonsoir juga menghadirkan berbagai layanan unggulan seperti consignment, pre-order dari Eropa dan Amerika Serikat, hingga koleksi pre-loved. Rentang harganya pun beragam, mulai dari Rp1 jutaan hingga puluhan juta rupiah, sehingga bisa menjangkau lebih banyak kalangan.

Saat ini, Bonsoir mengkurasi lebih dari 100 hingga 150 brand fashion internasional, dengan total sekitar 10.000 item yang siap dipajang di toko. Koleksinya mencakup tas, sepatu, ready-to-wear, hingga aksesori untuk men, women, dan kids. 

Mulai dari luxury accessible brands seperti Longchamp, Coach, Kate Spade, dan Tory Burch, hingga deretan high-end brand seperti Hermès, Chanel, Dior, dan Louis Vuitton.

“Kami memilih produk bukan hanya dari sisi brand, tapi juga kualitas, desain, dan kenyamanan untuk dipakai sehari-hari. Koleksi yang ada selalu menyesuaikan tren global dan selera pasar Indonesia,” jelas Devy.

Mayoritas pelanggan Bonsoir berada di rentang usia 21 hingga 45 tahun. "Produk yang paling diminati masih didominasi tas dan ready-to-wear wanita," jelasnya. 

Dalam kondisi ekonomi yang menantang, Devy mengatakan pihaknya tetap optimistis. Penjualan bulanan tercatat mencapai sekitar 3.000 item, dan angka tersebut diharapkan terus meningkat seiring kehadiran toko fisik.

Ke depan, Bonsoir juga menyiapkan strategi ekspansi. Setelah Surabaya, Bonsoir berencana mengembangkan toko offline berikutnya di Jakarta atau Tangerang. 

“Kami ingin tumbuh bersama kota Surabaya dan ikut menggerakkan ekonomi lokal. Harapannya, Bonsoir bisa terus berkembang dan menjadi destinasi fashion luxury terpercaya di berbagai kota,” tutup Devy.
(KS-5)

Komentar