Ketum PBMI Ingatkan Atlet Muaythai Kalsel

Ketua PB MI La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama jajaran pengurus MI Kalsel
“Saya ingatkan kepada para Atlet dan Insan Muaythai lainnya, seperti Wasit dan Pelatih, bahwa Anda semua tidak akan bisa mengikuti pertandingan resmi, baik itu Kerjurnas, Kejurda, PON, dan SEA Games, tanpa didaftarkan oleh PBMI yang diakui oleh KONI Pusat dan KOI serta Induk Federasi Muaythai IFMA,” tandas LaNyalla yang hadir didampingi Sekjend PBMI Azwan Karim, Jumat (25/5/2026).
Penegasan itu disampaikan LaNyalla, yang juga Senator Republik Indonesia menyusul adanya sekelompok orang yang mengaku-ngaku sebagai pengurus PBMI yang diduga mengajak para Atlet untuk ikut menolak keberadaan PBMI yang ia pimpin.
“Saya juga mengingatkan orang-orang yang mengaku PBMI atau yang mengaku Ketua Umum PBMI yang beraktifitas tanpa SK KONI itu, bahwa yang kalian lakukan selain melanggar hukum pidana karena menggunakan lambang dan nama organisasi tanpa hak, juga hanya menjadi pengganggu pembinaan cabang olahraga di Indonesia,” tukasnya.
Anggota Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia itu juga mengingatkan bahwa PBMI yang sah di bawah kepemimpinannya adalah PBMI yang diakui KONI Pusat, KOI dan mendapat dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI untuk terus melakukan pembinaan cabang olahraga Muaythai di Indonesia.
“Dan yang lebih menggembirakan adalah dukungan dari Federasi Internasional Muaythai, melalui Surat yang dikirim Presiden IFMA kepada saya, selaku Ketua Umum PBMI, yang menyatakan bahwa IFMA hanya mengakui PBMI yang saya pimpin, sekaligus sebagai satu-satunya organisasi Muaythai yang ada di Indonesia yang diakui IFMA,” ungkap Ketua DPD RI ke-5 itu.
Ketum PBMI masa bakti 2026-2030 itu juga menyampaikan bahwa PBMI, melalui Badan Yudisial yang sudah terbentuk di pusat, dapat menjatuhkan sanksi kepada Insan Muaythai Indonesia berupa sanksi terberat untuk tidak dapat mengikuti pertandingan resmi di dalam dan di luar negeri. “Saya ingatkan para Atlet, jika kalian terus melakukan itu, hanya akan merugikan karir kalian,” pungkasnya.
Untuk itu, LaNyalla menghimbau para Atlet yang terhasut dengan pihak yang mengaku-ngaku PBMI untuk kembali sebelum menerima sanksi. Kembali ke Pengprov dan Pengkab/Pengkot masing-masing untuk menyongsong Kejurnas 2026, PON Beladiri 2026, Muaythai Championship di Malaysia dan persiapan SEA Games 2027.
Ketua Terpilih
Sementara itu, Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) MI Kalimantan Selatan yang diikuti 13 pemilik suara, lengkap seluruh Pengurus Kabupaten/Kota se-Kalimantan, secara aklamasi memilih Ferina sebagai Ketua Pengprov MI Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Ferina siap menerima amanah untuk segera melakukan konsolidasi organisasi dalam rangka sukses program kerja yang telah ditetapkan dalam Rakernas 10 April 2026 di Jakarta, yang dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir dan dihadiri Ketua Umum KONI Pusat Letjend TNI (Purn) Marciano Norman dan jajaran, serta Ketua KOI Raja Sapta Oktohari.
“Kami siap mendukung arah kebijakan PBMI bahwa organisasi ini harus fokus melakukan pembinaan Insan Muaythai Indonesia dan menomorsatukan integritas. Sehingga tidak boleh ada kepentingan pribadi yang membonceng organisasi. Kami seluruh pengurus di Provinsi dan Kabupaten/Kota siap menandatangani Pakta Integritas yang dikeluarkan PBMI,” ungkap Ferina.
Hadir dalam Musprovlub tersebut, Heru Susmianto, Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan dan Hesley Junianto, Wakil Sekretaris KONI Provinsi Kalimantan Selatan. (ega)