RUPST EMAS 2026: Perkuat Manajemen, Siap Dorong Produksi dan Pertumbuhan Jangka Panjang

KANALSATU - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memperkuat struktur kepemimpinan dan tata kelola dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, sebagai langkah strategis menghadapi fase produksi dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Dalam RUPST yang digelar di Jakarta, Rabu (22//4/2026) Perseroan menyetujui sejumlah agenda penting, mulai dari pengesahan laporan tahunan hingga restrukturisasi jajaran direksi dan komisaris guna meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kompleksitas bisnis di sektor pertambangan, khususnya saat memasuki fase produksi yang membutuhkan disiplin operasional, manajemen risiko terintegrasi, serta transparansi kepada investor global.

Sebagai bagian dari penguatan manajemen, EMAS menunjuk tiga direktur baru dengan kombinasi pengalaman teknis, operasional, dan finansial yang kuat.

Mereka adalah Nicholas John Green yang berpengalaman dalam pengembangan proyek tambang di Asia Tenggara, Barend Johannes Nicolaas Knoetze dengan keahlian di bidang teknis dan operasional emas serta tembaga, serta Suryadinata Tanu yang memiliki latar belakang kuat di bidang keuangan, akuntansi, dan perpajakan sektor tambang.

Selain itu, Perseroan juga memperkuat Dewan Komisaris dengan penunjukan lima komisaris baru, termasuk tiga komisaris independen. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan fungsi pengawasan sekaligus menghadirkan perspektif global dalam pengelolaan perusahaan.

Beberapa nama yang masuk jajaran komisaris antara lain Winato Kartono yang memiliki pengalaman panjang di sektor investasi dan perbankan, serta Xinyu Wang dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri pertambangan global.

Untuk posisi komisaris independen, diisi oleh Jona Widhagdo Putri, John Mackay McCulloch Williamson, dan Yu Gao yang memiliki rekam jejak kuat di pasar keuangan internasional.

Di sisi lain, RUPST juga menyetujui pengunduran diri tiga direktur, yakni Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri. Ketiganya akan kembali fokus pada peran strategis di induk usaha, PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Manajemen EMAS menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi kepemimpinan di tingkat grup untuk memastikan kesinambungan bisnis dan pengembangan proyek strategis.

Selain restrukturisasi organisasi, Perseroan juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola melalui pengelolaan transaksi material dan afiliasi yang mendukung operasional Tambang Emas Pani.

Seluruh langkah tersebut dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas, serta mengacu pada standar industri pertambangan global guna menjaga kepercayaan investor dan pemangku kepentingan.

Dengan penguatan manajemen dan tata kelola ini, EMAS optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika industri tambang global. (KS-5)

Komentar