Juli 2022, Inflasi Jatim Tembus 5,39 Persen (YoY)

Kelompok Bahan Makanan Jadi Pemicu

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan


KANALSATU - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis tingkat inflasi Jatim pada Juli 2022 mencapai 5,39 persen jika dibandingkan Juli 2021. Sedangkan secara month to month (mtm) yakni Juli terhadap Juni 2022 inflasi naik sebesar 0,61 persen.

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan tingginya tingkat inflasi Jatim secara year on year (yoy) ini dipicu oleh kelompok bahan makanan yang rerata mengalami kenaikan harga sejak beberapa bulan terakhir.

“Dari 11 kelompok, ada satu kelompok yang tidak memberi andil dalam inflasi maupun deflasi atau tidak mengalami perubahan harga yakni kelompok informasi dan komunikasi, sedangkan 10 kelompok lainnya memberikan andil inflasi atau mengalami kenaikan harga pasar,” jelasnya dalam konferensi pers Inflasi Juli, Senin (1/8/2022).

Adapun sejumlah komoditas penyumbang inflasi Jatim pada Juli 2022 di antaranya seperti bawang merah yang mengalami kenaikan harga hingga 30,79 persen, disusul tarif angkutan udara 6,31 persen, cabai merah 29,35 persen, daging ayam ras 4,8 persen, cabai rawit 9,54 persen, mobil 1,41 persen, kue kering berminyak 4,34 persen, biaya SMA 1,52 persen, jus buah siap saji 2,5 persen, dan tarif listrik 0,42 persen.

Sementara komoditas yang telah menahan laju inflasi atau disebut deflasi di antaranya turunnya harga minyak goreng -6,6 persen, disusul tongkol diawetkan -12,22 persen, emas perhiasan -1,58 persen, bayam -7,13 persen, pisang -2,61 persen, bawang putih -2,52 persen, kelapa -4,5 persen, susu bubuk balita -0,57 persen, jagung manis -4,71 persen, dan telur ayam ras -0,53 persen.

Dia melanjutkan, untuk inflasi Jatim secara tahun kalender atau Juli 2022 terhadap Desember 2021 yakni sudah mencapai 3,95 persen.

“Dari delapan kota yang menghitung Indeks harga konsumen (IHK) di Jatim seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi terjadi di Sumenep yakni 1,04 persen, dan inflasi terendah di Probolinggo 0,52 persen,” jelasnya. (KS-5)

Komentar