Dua Solusi Ninja Xpress Ini Bantu UMKM Tumbuh dan Berkembang

 

KANALSATU - Kondisi perekonomian makro yang masih dibayangi ketidakpastian memicu inflasi di sejumlah negara termasuk Indonesia. Tren ini tentu mempengaruhi ketahanan UKM dalam berbisnis.

Dengan semangat kemerdekaan, Ninja Xpress bantu UKM merdeka dalam berbisnis dengan memberikan solusi Ninja Xpress Seller Booster dan excellent Customer Service (Respon Cepat Resolusi Tepat) sehingga mereka dapat bertumbuh dan juga bermanfaat bagi sesama.

Melalui solusi di atas, empat shipper Ninja Xpress Greenville Farm, Media Indotama Expo, Mitra SCM, dan BAN mampu beradaptasi terhadap tantangan tersebut dan kini bahkan dapat meningkatkan kualitas taraf hidup masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan.

CMO Ninja Xpress Andi Djoewarsa mengatakan pihaknya dalam bulan kemerdekaan Indonesia ini ingin memotivasi para shipper untuk merdeka dan bangkit dari dampak pandemi. Tidak hanya bertahan tapi shipper dapat memberi manfaat bagi yang lain.

”Ninja Xpress  berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku UKM dengan menyediakan layanan logistik yang bernilai tambah untuk membebaskan shipper dari segala kerumitan melakukan promosi bisnis. Ninja Xpress juga mendedikasikan tim khusus untuk masing-masing shipper untuk mendampingi mereka,” kata Andi

Salah satu shipper, Heekea Skincare Mitra SCM menjual produk herbal juga menjadi bisnis yang awalnya digeluti Mitra SCM. Memulai berbisnis online sejak 2017, Syaiha brand owner Mitra SCM mulanya menjual produk orang lain lalu memasarkannya dengan biaya sendiri melalui online.

Pada awal 2020, ia mencari ide produk selain herbal yang juga berpotensi repeat order ketika pandemi, yaitu produk kecantikan. Rilis dengan nama Heekea, Syaiha sangat memperhatikan kualitas produk dengan melakukan brainstorming sejak awal 2020 dan pengujian berkali-kali dengan pabrik.

Syaiha sangat memperhatikan keamanan produk sehingga ia harus dapat menjamin bahwa Heekea aman bagi ibu hamil dan menyusui. Ia juga yakin biasanya perempuan enggan berpindah ke produk kecantikan lain jika sudah menemukan produk yang cocok.

Akhirnya dengan mengandalkan pemasaran dan penjualan 100 persen melalui online, Syaiha dapat menjual hingga 2.000 produk Heekea setiap bulan tanpa reseller. Serum wajah Heekea bahkan pernah terjual hingga 2.000 dalam satu minggu.

Sementara itu, pandemi menjadi titik balik bagi Ardi Wibowo pemilik Bintang Alif Nusantara (BAN) yang bergerak di sektor produk herbal minyak rambut kemiri Kamila. Dirintis sejak 2018, BAN awalnya menjual produk-produk aksesoris dan fesyen termasuk jaket, kaos hingga busana muslim.

Pada awal 2020, timnya sudah bersiap untuk memanfaatkan momentum Ramadan 2020 dengan mendesain dan memproduksi  busana muslim sendiri. Tanpa disangka, muncul Covid-19 yang membuat pemerintah memberlakukan pembatasan mendekati bulan Ramadan 2020. Saat itu, orang sudah tidak berpikir untuk membeli baju Ramadan maupun Idul Fitri lagi. Ribuan busana muslim yang sudah diproduksi akhirnya sulit untuk dijual.

Ia kemudian mencari ide produk yang sekiranya masih dicari dan dibeli masyarakat ketika pandemi, yaitu herbal. BAN awalnya masih menjual produk brand lain dengan menjadi reseller, namun tingkat ketidakpuasan konsumen terhadap produk yang dititipkan sangat tinggi.

Konsumen minyak kemiri Kamila ternyata didominasi pembeli dari luar Pulau Jawa. Maka dari itu, BAN membutuhkan mitra logistik yang memiliki jaringan luas. Selain itu ia ingin meminimalisir tingkat return to sender (RTS) yang tinggi ketika menggunakan jasa logistik sebelum Ninja Xpress.

“Dukungan dari Ninja Xpress sangat powerful. Ninja Xpress memberikan data yang cepat setiap hari jika ada paket yang mengalami kendala dalam pengiriman. Karena sangat responsif, customer service kami dapat dengan cepat menginformasikan status pengiriman kepada konsumen,” kata Ardi lagi.

Salah satu shipper Ninja Xpress di Jakarta Barat, Greenville Farm melakukan terobosan dengan berinovasi secara mandiri mengubah ide bisnis dari semula menyediakan sport center ke bidang pertanian sayur organik. Pada awalnya, pemberlakuan pembatasan sosial pada saat pandemi memaksa bisnis sport center tutup.

Bobby Agus, brand owner Greenville Farm pun memutar otak mencari ide bisnis baru yang esensial selama pandemi agar tidak harus merumahkan karyawannya.  Setelah berbagai pertimbangan, Bobby akhirnya memutuskan untuk memulai pertanian sayur hidroponik dengan mengubah lapangan tenis menjadi kebun sayur.

Banyak karyawannya tidak memiliki latar belakang pertanian, namun mereka mau belajar secara independen. Pada Oktober 2020, Greenville memulai panen pertamanya namun sayangnya sayuran tersebut harus dibagikan secara gratis karena tidak mendapat respon cukup baik di sekitaran Jakarta Barat.

Akhirnya Bobby mencoba mencari pasar yang lebih jauh dengan menjual langsung ke konsumen. Namun ia terkendala dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk merekrut kurir pengiriman. Saat itulah ia menghubungi Ninja Xpress untuk mencoba layanan pengiriman ke wilayah Jabodetabek.

Selain pengiriman, Greenville juga terbebas dari kebuntuan ide kreatif dan biaya produksi pengambilan foto dan video produk sayuran melalui Creative Business Solutions. Fasilitas Creative Hub Ninja Xpress menjadi solusi karena dapat memberikan ide-ide baru untuk pembuatan konten dan juga membantu penghematan biaya untuk melakukan produksi konten sendiri.

Setelah menggunakan CBS, Greenville justru mendapat angle konten yang berbeda dan lebih bervariasi serta dapat menghemat biaya karena tidak perlu lagi menyediakan model, make up, dan peralatan sendiri. Dengan tersedianya konten foto dan video yang lebih berkualitas, Greenville mampu meningkatkan penjualannya di toko online sebesar 40 persen.

Hal yang sama juga dialami PT. Media Indotama Expo, perusahaan yang memberikan beragam pelatihan, lokakarya, dan seminar untuk segala lini profesi sebagai solusi untuk meningkatkan competitive advantage bagi para profesional Indonesia. Menurut Syahreza Sabri, CEO Media Indotama Expo, ia justru menemukan model bisnis dan perusahaannya berkembang pesat ketika pandemi, dimana para peserta seminar terbebas dari batasan Covid-19.

Meskipun ia sudah mulai menyelenggarakan pelatihan dan seminar secara online sejak 2014, namun angka pertumbuhan peserta naik secara drastis dari 200 - 500 peserta sebelum pandemi menjadi 2.000 - 5.000 peserta. Tidak hanya itu, pesertanya kini meluas yang sebelumnya dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa kini hingga ke seluruh wilayah Indonesia bahkan internasional. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 1 juta alumni yang telah mengikuti pelatihan dari PT. Media Indotama Expo.

Pelatihan untuk para tenaga kesehatan ini bahkan menghadirkan narasumber dari luar negeri dan diikuti peserta asal Malaysia, Thailand, Singapur, hingga Hong Kong.

Memiliki mimpi untuk menjadi salah satu penyedia jasa pengembangan sumber daya manusia yang terbesar di Indonesia, Media Indotama Expo sebagai perusahaan yang awalnya berdiri di Sumatera Barat memiliki kendala kredensial untuk diakui secara nasional.

“Ninja Xpress juga sangat membantu kami dalam pemasaran. Sebagai perusahaan kecil yang belum terlalu dikenal, kerjasama dengan Ninja Xpress melalui Creative Business Solutions yaitu fasilitas videotron di Bogor dan Bandung serta publikasi media sangat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Media Indotama Expo,” tuturnya.  (KS-5)

Komentar