REI Jatim Dorong Percepatan Pertumbuhan Sektor Perumahan
DPD REI Jatim Bersiap Gelar Rakerda ke II Tahun 2022

KANALSATU - Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jawa Timur bersiap menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke II tahun 2022. Rakerda dengan tema Bangkit Bersama di Era Digitalisasi Perizinan yang Semakin Mudah dan Lancar ini akan diselenggarakan Rabu-Kamis (27-28/9/20222) mendatang di Kota Batu.
Ketua DPD REI Jawa Timur, Soesilo Efendy mengutarakan, Rakerda kali ini diperuntukkan guna menyatukan visi dan misi seluruh anggota REI Jawa Timur untuk mampu mempercepat pertumbuhan sektor perumahan. Salah satunya adalah upaya mengejar backlog akibat aneka kendala yang menyelimuti termasuk pandemi Covid 19 serta naiknya harga BBM.
Kedua hal tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi harga sektor lainnya.
“Pelaksanaan Rakerda ini merupakan ketentuan organisasi yang wajib dilaksanakan, sesuai Anggaran Dasar (AD) dari Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) pasal 14, 15, 16, 17 dan 18 dan Anggaran Rumah Tangga (ART) pasal 22, 28, 29, 30 dan 31,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (6/9/2022).
Diharapkan dengan adanya Rakerda tersebut dapat diperoleh pokok-pokok pikiran yang nantinya akan dirumuskan secara konstruktif menjadi solusi strategis bagi penguatan dan pengembangan usaha anggota REI Jawa Timur.
”Kami akan membahas sekaligus mencari solusi bersama-sama terkait permasalahan dalam satu tahun terakhir. Lebih dari itu, dalam Rakerda tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja yang sedang berjalan serta merencanakan program kerja DPD REI Jatim kedepannya,” tuturnya.
Rakerda ini sendiri akan diikuti oleh 200 hingga 300 anggota REI Jatim yang tersebar di seluruh wilayah Jatim.
Ia berharap pelaksanaan Rakerda ini dapat memberikan solusi terbaik bagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh semua anggota REI. Nantinya hasil dari Rakerda tersebut akan disampaikan pula kepada pemerintah dan stakeholder terkait.
”Selain itu Rakerda ini juga dapat menjadi langkah strategis dalam melakukan evaluasi program kerja yang telah dilakukan tahun 2022 dan menyusun program kerja tahun 2023 sehingga tetap dapat bersinergi dengan pemerintah dalam pengadaan rumah layak huni dan murah bagi masyarakat,” pungkasnya. (KS-5)