Triwulan III 2022, Laba Bank Jatim Tumbuh 1,51 Persen
KANALSATU – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim mencatatkan kinerja menggembirakan di triwulan III/2022. Emiten dengan kode BJTM ini berhasil mencatatkan kenaikan Laba Bersih 1,51 persen (YoY) atau sebesar Rp1,20 Triliun serta Asset yang tercatat sebesar 98,48 Triliun.
Sedangkan komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode September 2022 antara lain, Return On Asset (ROA) sebesar 2,02 persen, Return on Equity (ROE) sebesar 15,85 persen dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,17 persen.
Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menyampaikan bahwa laba Bank Jatim terbilang lebih rendah dibandingkan BPD besar lainnya. "Ini sebagai bagian dari konsolidasi bank yang tengah melakukan penguatan bisnis dengan melakukan berbagai perbaikan kebijakan, struktur organisasi, hingga sumber daya manusia," terang Busrul saat melaporkan kinerja keuangan Bank Jatim triwulan III 2022 di Jakarta, Jumat (28/11/2022).
Busrul memaparkan, sebagai BPD, Bank Jatim bertumpu pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sedangkan APBD bertumpu pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang diketahui dalam dua tahun terakhir banyak digunakan untuk penanggulangan Covid-19 sehingga juga berdampak secara tidak langsung terhadap pertumbuhan BPD.
Bank Jatim mencatatkan peningkatan total kredit yang tumbuh secara keseluruhan sebesar 6,83 persen (YoY) per September 2022. Pertumbuhan penyaluran kredit terjadi di seluruh segmen. Hal tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi di berbagai sektor.
Kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang growth tertinggi yang naik sebesar 19,07 persen (YoY) atau tercatat Rp 5,73 Triliun di September 2022. Hal yang sama juga berlaku pada portofolio kredit komersial yang mengalami peningkatan sebesar 5,89 persen atau tercatat Rp 11,75 Triliun.
Portofolio kredit di sektor konsumsi tak luput dari peningkatan signifikan di mana tumbuh sebesar 5,05 persen atau tercatat Rp 28,50 Triliun.
Pertumbuhan penyaluran kredit Bank Jatim juga diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman di mana rasio Loan At Risk (LAR) yang melandai di angka 5,76 persen pada Triwulan III Tahun 2022. Angka ini berbanding 6,96 persen di tahun sebelumnya (YoY).
Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross Bank Jatim juga ikut melandai di angka 3,72 persen, berbanding 4,40 persen di tahun sebelumnya (YoY). Penurunan rasio NPL dan LAR tersebut mengindikasikan semakin sehatnya kualitas kredit Bank Jatim.
Pergerakan ini linier dengan kondisi perekonomian nasional yang semakin baik akibat adanya recovery dari beberapa sektor ekonomi. Sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan kualitas pinjaman yang memiliki performa positif, Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Net Interest Income (NII) di Triwulan III tahun 2022 yang naik sebesar 8,57 persen (YoY) atau tercatat Rp 3,66 Triliun.
Sementara itu, biaya provisi menurun sebesar 10,72 persen (YoY) atau tercatat Rp 318 Milliar.
Oleh karena itu, kata Busrul, bila selama ini BPD termasuk Bank Jatim kuat di segmen payroll base, kini harus bergeser ke sektor produktif yang masih memiliki peluang yang sangat besar. Untuk mengoptimalkan sektor produktif inilah, Bank Jatim melakukan konsolidasi dengan memperkuat bisnis.
"Kami sadari titik kendala selama ini ada di sisi lini atau marketing. Saat ini sudah kami perbaiki sistem dan kualitasnya, jika semua pekerjaan rumah pada tahun ini sudah kami selesaikan, tahun depan jika sesuai prediksi terdapat resesi, kami siap menangkap peluang yang ada,” tutup Busrul. (KS-5)