Manfaatkan Furniture Penyimpanan untuk Dapur Rapi dan Bersih
VOC Store dan Cabin Neat di Shopee 11.11 Big Sale 2022

KANALSATU - Kesuksesan memang tidak datang begitu saja. Dibutuhkan proses dan ketekunan untuk bisa meraihnya.
Begitupun jalan yang dilalui Owner VOC Store Yulia Anggraeni. Dari semula menjadi pengusaha casing dan aksesori handphone pada tahun 2016, ia kini justru dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang furniture kayu khusus peralatan penyimpanan dapur, melalui VOC Store.
Tahun 2019 menjadi titik balik Ranny- sapaan akrab Yulia Anggraeni hingga memutuskan berjualan furniture seperti rak dan tempat penyimpanan dapur yang terbuat dari kayu jati Belanda. Tentunya perubahan ini atas pertimbangan yang cukup matang dengan segala resiko yang akan dihadapinya.
Banyak melakukan riset dan merubah strategi bisnis, Ranny justru lebih percaya diri dalam usahanya kali ini, karena faktor bahan baku yang lebih mudah didapatkan, sehingga membuat VOC Store pindah haluan dan mulai menjual produk furniture kayu dengan bahan lokal berkualitas namun dengan harga terjangkau.
“Mengganti jenis produk yang dijual menjadi batu loncatan yang begitu besar bagi perkembangan toko kami. Perjalanan bisnis kami memang tidak mulus tapi inilah yang menjadi dorongan dan motivasi untuk semakin sukses, terlebih dengan bantuan fitur dan promo dari Shopee,” kata Ranny.
Sebagai pegiat UMKM yang berlokasi di sekitar rumah penduduk, saat ini VOC Store dalam mengolah keseluruhan bahan baku dilakukan pada dua workshop secara terpisah dengan melibatkan penduduk sekitar sebagai karyawan.
Bagi Ranny menggunakan bahan kayu akan lebih kuat dan tahan lama, serta memberikan kesan alami dan elegan. Bahan dasar kayu juga lebih ramah lingkungan dan lebih mudah untuk diperoleh.
Dari segi design, furniture kayu lebih fleksibel dan memiliki banyak tingkat tekstur warna dan pola yang memberikan sentuhan estetik. Harga furniture berbahan kayu jauh lebih murah atau bisa dikatakan bisa disesuaikan dengan budget.
Demi mewujudkan dapur yang rapi dan lebih nyaman untuk masyarakat, VOC Store menghadirkan beragam produk buatannya seperti rak, kotak, dan lemari kayu yang dapat dimaksimalkan untuk penyimpanan peralatan hingga bumbu dapur.
”Dengan ragam alat memasak hingga printilan di dapur, kunci penting adalah kita harus memahami peletakan barang yang tepat dan pintar memilah barang-barang yang perlu digunakan atau tidak, salah satunya dengan decluttering dan organizing,” ujarnya.
Tren kegiatan decluttering dan organizing semakin marak dan digemari oleh masyarakat beberapa tahun belakangan ini sejak adanya pandemi. Ketika pandemi dimana masyarakat diharuskan untuk memusatkan aktivitas mereka dari rumah, mereka menyadari kondisi rumah yang kurang rapi dan penuh sehingga decluttering dan organizing menjadi solusi yang bisa dilakukan.
Tidak hanya Ranny, melihat potensi dan peluang yang diciptakan oleh tren ini, Ivanno Viva mendirikan Cabin Neat sebagai jasa professional organizer yang dapat membantu para pemula untuk melakukan decluttering dan organizing. Selain mempersiapkan peralatan pendukung dan kotak penyimpanan, untuk menjalankan kegiatan ini dengan lancar juga dibutuhkan persiapan diri dan mindset yang tepat.
”Membuang dan merapikan barang bisa menjadi kegiatan yang sentimental dan sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Untuk memulainya, pertama coba untuk membayangkan atau mencari contoh gambar bagaimana hasil akhir dari dapur yang sudah rapi dan bersih. Pasti memasak jadi lebih mudah dan menyenangkan, kan? Nah ini dapat menjadi sumber motivasi untuk memulai organizing,” tutur Ivanno.
Bagi masyarakat yang ingin memulai melakukan decluttering dan organizing di dapur, Cabin Neat memberikan langkah-langkah yang dapat dilakukan. Pertama, siapkan waktu khusus di hari kosong untuk memulai decluttering dan organizing, atau setidaknya 1-2 jam selama beberapa hari jika sedang sibuk.
Kemudian pilah dan pisahkan barang-barang yang masih ingin dipakai dan yang sudah bisa dibuang atau disumbangkan, pisahkan menjadi dua tumpukan. Setelah proses ini selesai dan sudah tahu barang-barang mana saja yang perlu disimpan dan dirapikan, rencanakan produk penyimpanan yang sesuai. Jadi jangan pernah memulai dengan membeli kotak penyimpanan terlebih dahulu.
Baru lah kemudian proses organizing bisa dimulai. Peralatan memasak bisa disatukan di kotak akrilik atau digantung di gantungan kayu, bumbu masakan bisa dipindah ke botol kaca dan diberikan nama agar seragam dan estetik, serta bisa dirapikan di rak penyimpanan sebelah kompor agar mudah saat ingin digunakan.
Jika dulu masyarakat lebih percaya untuk membeli furniture berbahan kayu secara langsung untuk melihat kualitasnya. Kini dengan hadirnya platform ecommerce terpercaya seperti Shopee, membeli furniture kayu secara online juga banyak penggemarnya.
Selain banyak ragam produk yang bisa ditemukan, masyarakat juga bisa membandingkan harga dan menemukan yang terjangkau tapi tetap berkualitas. Bagi Ranny hal tersebutlah yang membuatnya semakin semangat dan antusias terhadap strategi dan cara berjualan di ranah digital.
“Shopee selalu menjadi platform terpercaya bagi kami untuk menjual berbagai produk dengan kemudahan fitur dan promosi sehingga bisa membantu para seller untuk berkembang lebih. Seperti kampanye 11.11 Big Sale kali ini, kami pun sebagai seller sangat antusias dengan berbagai persiapan,” kata Ranny lagi.
Tentunya sejak bergabung dengan Shopee dari tahun 2016, VOC Store telah mengikuti berbagai kampanye dan memanfaatkan berbagai fitur teknologi yang telah disediakan shopee untuk meningkatkan penjualan.
Sebagai seller, Ranny pun tentu harus bisa membaca kecepatan yang bagus pada setiap program yang Shopee adakan, mulai dari ragam inovasi, fitur, serta program kampanye angka kembar, promo seperti Voucher Toko hingga Gratis Ongkir, serta fitur menarik seperti Shopee Live membuat Ranny yakin kedepannya akan dapat memperluas jangkauan bisnisnya bersama Shopee. (KS_5)