KONI Jatim Lakukan Penyesuaian Anggaran Puslatda

Anggaran yang Dikucurkan Pemprov Sangat Minim

Irmantara Subagyo, Direktur Badan Pelaksana Puslatda KONI Jatim

KANALSATU -  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim), bakal melakukan penyesuaian anggaran untuk Puslatda, proyeksi PON 2024. Hal ini, lantaran angaran cukup minim. 

Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jatim, Irmantara Subagjo (Ibag) mengatakan, penyesuaian Puslatda Jatim 100/V ini, dilakukan karena minimnya anggaran yang harus dibagi rata untuk pembinaan semua cabang olahraga (cabor), menjelang Pra PON.

Karenanya, Ibag mengatakan, penyesuaian ini berdampak kepada uang pembinaan atlet, penyediaan sarana prasarana, hingga program latihan seperti try out ke luar negeri atau mendatangkan pelatih asing.

"Untuk kali ini tidak ada training camp luar negeri dan mungkin juga bantuan untuk pelatih asing,” tegas Ibag. 

Bahkan, karena anggaran yang minim, KONI Jatim hanya merekrut atlet-atlet yang benar-benar memiliki prestasi dan peluang besar meraih emas. Terutama, paling dekat adalah Pra PON. 

"Yang kami fasilitasi adalah yang punya trek rekord meraih emas atau perak di PON Papua, kemudian emas dan perak di kejurnas dan atlet Pelatnas," ujarnya. 

Sedangkan, untuk atlet peraih perunggu masih didalami, dengan memantau apakah hasilnya mendekati peraih perak. "Misal waktunya beda satu detik maka masih bisa. Tapi kalau jauh sudah pasti tidak," tandas Ibag. 

Ia menyebut, sementara ini ada 477 atlet, 115 pelatih dan 17 mekanik yang masuk Puslatda, berlaku mulai Januari 2023 hingga berakhirnya Pra PON nanti. Sesuai jadwal dirilis KONI Pusat, bulan September adalah batas akhir penyelenggaraan Pra PON.

Setelah mendapat hasil dari Pra PON itu, KONI Jatim akan melakukan evaluasi bersama cabor terkait. Di mana, dari hasil tersebut bisa mempengaruhi SK Puslatda apakah akan ada penambahan atau bahkan pengurangan atlet menuju PON. 

"Yang penting target kami di Pra PON ini harus bisa lolos sebanyak mungkin," kata Ibag.

Menurutnya, Pra PON kali ini akan lebih berat. Sebab, tidak ada wildcard bagi peraih juara di PON Papua lalu, sehingga mereka harus turun mengikuti Pra PON untuk mencari tiket ke PON. 

"Wildcard hanya untuk tuan rumah saja. Jadi Pra PON nanti semakin berat," aku Ibag. 

Karena itu, dengan keterbatasan yang ada saat ini ia berharap tidak menyurutkan semangat para atlet untuk mempersiapkan diri dan harus menunjukkan prestasi terbaiknya. 

Khusus untuk Pra PON, Ibag menegaskan, semua atlet termasuk non Puslatda akan dibantu pembiayaan untuk berangkat. Dan yang paling penting pada Pra PON nanti, KONI Jatim menargetkan harus juara bukan hanya sekadar lolos. 

"Dengan minimnya anggaran, KONI Jatim nantinya hanya mengirim atlet yang memiliki potensi besar juara saja saat PON. Artinya, pada saat Pra PON mereka harus juara atau medali emas. Kalau hanya sekadar lolos atau memenuhi kuota lolos PON, kemungkinan tidak akan diberangkatkan ke PON," pungkas Ibag. (ega)

 

 


Komentar