Pasca Terbakarnya MT Kristin, Pertamina Jamin Supply BBM di Lombok Tidak Terganggu

KANALSATU - Pasca insiden terbakarnya Kapal MT Kristin, Minggu (26/3) sekitar pukul 14.50 WITA, PT Pertamina Patra Niaga memastikan supply BBM tidak mengalami gangguan berarti. Hal tersebut terpantau dari hilir mudik mobil tangki Pertamina pada Senin pagi ini.
Seperti diketahui, MT Kristin yang membawa muatan 5900 kilo liter (kl) Pertalite sedianya akan sandar untuk loading di Terminal BBM Ampenan sebesar 2700 kl dan sisanya 3200 kl akan melanjutkan perjalanan menuju Terminal BBM Sanggaran, Bali. Namun Kapal MT Kristin justru terbakar dan baru bisa dipadamkan sekitar pukul 21.00 WITA.
Pjs Area Manager Comm, Rel & CSR Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan mengatakan sehari-hari Terminal BBM Ampenan total melayani BBM hingga 1200 kilo liter Pertalite per hari ke 64 SPBU yang ada di Pulau Lombok.
“Sampai dengan pukul 12.00 WITA penyaluran telah terlaksana diatas 60 persen dari jumlah tersebut dan akan terus bertambah sampai siang nanti menjadi 100 persen. Sejauh ini tidak terdapat kendala pasokan,” ujar Taufiq.
Untuk pasokan LPG karena bersumber dari Terminal LPG yang ada di Sekotong, Lombok, tidak ada kendala sama sekali, “Penyaluran LPG Normal, tidak terpengaruh dan pelayanan di SPBE, Agen dan Pangkalan berjalan normal. Begitu juga dengan layanan Avtur untuk penerbangan tidak terganggu sama sekali di Depot Pengisian Pesawat Udara Bandara Internasional Lombok,” imbuh Taufiq
Saat ini posisi stok di Terminal BBM Ampenan untuk Pertalite sebesar 2200 kl ditambah floating storage sebesar 3.450 kl yang terdiri dari Kapal MT Marlin yang sedang melakukan loading produk Pertalite 959 kl, Pertamax 545 kl dan Biosolar 2574 kl yang akan dilanjutkan Kapal MT Olivia dengan membawa muatan 2500 kl Pertalite dan 1700 kl Biosolar.
“Walaupun penyaluran normal penebalan stok terus kami lakukan baik di Terminal BBM Ampenan maupun di supply point BBM disekitarnya. Begitu juga dengan di SPBU sehingga masyarakat kami imbau untuk tidak panik,” pungkas Taufiq. (KS-5)