Pemahaman Umat Islam Tentang Zakat Wajib Terus Ditingkatkan
Perlu Kolaborasi dengan Media

KANALSATU - Pemahaman tentang zakat wajib terus ditingkatkan, menyusul masih lemahnya masyarakat, khususnya umat Islam, yang memahami hal tersebut, tegas Wakil Ketua PWI Jawa Timur, Syaiful Anam.
Penegasan tersebut disampaikan karena menurut dia, potensi penghimpunan dan penyaluran zakat sangat besar jika dikelola dengan baik.
Karena itu pemahaman tentang zakat perlu ditingkatkan, informasi dan komunikasi melalui kolaborasi media, wartawan dengan Lembaga Zakat, harus terus dilakukan, dan perlu kolaborasi dengan media.
“Bukan hanya perlu, tapi wajib diketahui. Karena zakat itu kewajiban bagi umat Islam untuk segera dibayar jika telah memenuhi syarat,” tegasnya saat memberikan sambutan pada silaturrahmi antar Lembaga Zakat Jawa Timur dengan Insan Pers, yang diselenggarakan Forum Zakat Jawa Timur, di Graha Nurul Hayat Surabaya, Senin (3/4/2023).
Cak Anam, panggilan akrab sosok yang juga Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jatim itu, juga menjelaskan bahwa selama ini yang paling banyak diketahui dan dilaksanakan adalah zakat fitrah di bulan Ramadhan.
Padahal kata dia, zakat itu bukan hanya zakat fitrah, tetapi juga ada zakat mal (harta) dan zakat penghasilan.
Demikian juga dengan cara penyalurannya, bukan hanya pada fakir miskin, tetapi pada Amil (panitia zakat).
Juga Mualaf (mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah), Riqab (hamba atau budak yang ingin memerdekakan dirinya), Gharimin (mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup), Fisabilillah (mereka yang berjuang di jalan Allah) dan Ibnu sabil (mereka yang kehabisan biaya di perjalanan).
“Kolaborasi dengan media dan wartawan, bukan hanya pemberitaan saat penyaluran zakat kepada fakir miskin atau lokasi bencana seperti selama ini terjadi, tetapi juga memberikan pemahaman kepada umat Islam tentang kewajiban zakat, tentang nisabnya, dan sebagainya. Sehingga perolehan Lembaga zakat akan meningkat,” jelas Cak Anam.
Pada kesempatan yang sama Ketua Forum Zakat Jawa Timur, Kholaf Hibatulloh, membenarkan penegasan itu.
Bahkan katanya, media merupakan insan terpenting dalam setiap agenda publikasi, karena banyak kegiatan penting Lembaga Zakat yang membantu tugas konstitusi untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
“Peran Kolaborasi antar Lembaga Zakat dan Media diperlukan agar kebaikan bisa tersampaikan dengan cepat, tepat dan berdampak,” ujarnya
Forum Zakat di Jawa Timur, Kholaf Hibatulloh, menjelaskan bahwa lembaga tersebut dibentuk tahun 2009.
Dia juga menjelaskan selama tahun 2022, total penyaluran ZIS (Asnaf + Program) sebesar Rp903.090.978.187 dengan penerima manfaat sebanyak 5.206.469 jiwa. (ard)