Tebang Tebu Perdana 2023, PTPN XII Wajibkan Semua Jajaran Ikuti SOP

KANALSATU - PT Perkebunan Nusantara XII Kebun mulai melakukan kegiatan tebang tebu. Untuk menghasilkan tebu berkualitas, semua jajaran diminta mematuhi aturan yang ada.
”Untuk melaksanakan tebang tebu harus dilaksanakan sesuai SOP PTPN XII,” kata Direktur PTPN XII, Siwi Peni. Sebab, jika tebang tebu itu dilakukan sesuai dengan norma yang berlaku, maka akan menghasilkan kualitas yang baik.
"Dengan kualitas tebu yang baik, yaitu manis, bersih dan segar, maka akan diperoleh kualitas gula kristal putih yang baik dengan rendement yang tinggi, minimal 8.5," ujar Siwi Peni.
Sebelumnya, Senin (15/5/2023) lalu PTPN XII melakukan tebang tebu di Kebun Mumbul, Kabupaten Jember. Acara rangkaian prosesi itu dinamakan “petik tebu manten” yang meliputi kegiatan selamatan dan doa bersama, yang bertujuan agar selama proses panen dapat berjalan lancar dan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Sementara itu, SEVP Operation PTPN XII, Yualianto mengatakan tebang tebu itu merupakan kali kedua Kebun Mumbul menggelar acara tebu manten sejak pertama menjadi pengelola tebu di tahun 2022.
"Tahun ini Luas tebang tebu di Kebun Mumbul 4.339 hektare dengan estimasi produksi 383.433 ton dan target harian 2.563 ton dan target harian sebanyak 2.563 ton," ungkap Yualianto.
Sebelumnya acara yang sama juga digelar di Kebun Kalitelepak Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat (12/5/2023). Kebun Kalitelepak dengan luas tanaman tebu mencapai 5.896,5 hektare diprediksi bisa memproduksi tebu 444.686 ton, serta target pasok rata rata 3.000 ton/Hari.
"Kebun Mumbul dan Kebun Kalitelepak merencanakan kegiatan tebang mulai tanggal 17 Mei 2023 dan insyaaAllah akan selesai 150 hari kedepan untuk memenuhi pasok giling di PG Glenmore dan PG Semboro," kata Yualianto.
Menurut Yualianto, kegiatan itu merupakan salah satu upaya untuk mensukseskan program pemerintah dalam hal swasembada gula nasional.
Setiap tahunnya, kegiatan tebang tebu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar kebun. Setidaknya ada 9.000 tenaga kerja yang terserap. Belum lagi tambahan tenaga kerja untuk kegiatan pemeliharaan pasca tebang.
Manajer Kebun Mumbul, Hendro Prasetyo menambahkan kebun Mumbul juga selalu melibatkan masyarakat sekitar dalam proses panen tebu. "Ini sebagai bentuk kehadiran kebun bisa memberikan manfaat pada warga sekitar," ucap Hendro.
Sementara itu, Hastudy Yunarko, S.P, Manajer Kebun Kalitelepak, menambahkan bahwa juga perlu selalu berinovasi agar mendapatkan nilai tambah yang akan bermanfaat untuk perusahaan dan masyarakat disekitar kebun.
"Dengan selalu berkomunikasi kepada stakeholder disekitar kebun, menjadi kesatuan yang utuh, bersama-sama memitigasi semua permasalahan sosial masyarakat sehingga diperoleh sinergi yang baik untuk kemajuan bersama," pungkas Hastudy saat acara gelaran acara selamatan panen di Kebun Kalitelepak. (KS-5)