Maksimalisasi Potensi Desa Devisa

Jatim Miliki Desa Devisa Terbanyak se Indonesia

 

KANALSATU - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong optimalisasi potensi Desa Devisa di Jawa Timur lewat berbagai cara. Salah satunya melalui pendampingan, pelatihan serta pameran.

Gubernur Khofifah menjelaskan, maksimalisasi potensi Desa Devisa penting dan harus terus dilakukan. Sebab sebagai provinsi dengan Desa Devisa terbanyak di Indonesia, perekonomian Jawa Timur harus dikuatkan oleh perdagangan luar negeri khususnya para pelaku usaha mulai di desa hingga dunia usaha dan dunia industri .

Pertumbuhan perdagangan luar negeri terus ditingkatkan melalui berbagai momentum antara lain melalui East Java International Trade Festival (EJITF) yang sukses mencatatkan transaksi sebesar Rp 1,83 triliun pada 30-31 Mei. Festival tersebut merupakan tindak lanjut misi dagang Pemprov Jawa Timur ke sejumlah negara seperti Saudi Arabia, Hongkong, Malaysia, dan Timor Leste.

"Ini akan menjadi pendorong tumbuh dan berkembangnya Desa Devisa di Jawa Timur. Maka Pameran Kampoeng Kreasi yang sudah mempunyai produk khas ini saya harapkan menjadi embrio baru bagi pengembangan desa devisa di Jawa Timur," ujarnya saat membuka The 4th Kampoeng Kreasi Pameran Kreativitas dan Inovasi Desa di Royal Plaza Surabaya, Kamis (1/6/2023). Acara bertajuk "Desa Berdaya Masyarakat Sejahtera" ini menghadirkan berbagai produk kegiatan ekonomi masyarakat baik UMKM, BUMDES, Pondok Pesantren dan kelompok usaha lainnya.

Diharapkan Khofifah, maksimalisasi Desa Devisa dapat dilakukan melalui program serupa dengan inovasi, kreativitas dan sinergitas berbagai pihak. Sinergitas ini khususnya dapat dilakukan untuk membuka akses program Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

"Lewat LPEI ini kita bisa mendapatkan berbagai aksesibilitas dan pendampingan sesuai kualifikasi agar Desa devisa bisa tumbuh dan berkembang. Kualifikasi ini yang pertama, produknya original dari desa yang bersangkutan. Kedua, di desa itu harus ada asosiasi, entah koperasi atau kelompok usaha lainnya, dan ketiga sesuai standart eksport" jelasnya.

Di Jatim sendiri tercatat sudah ada 102 Desa Devisa. ”Ini terbanyak di Indonesia," sambubg Khofifah lagi.

Khofifah optimis, masih banyak desa di Jatim yang dapat menjadi Desa Devisa. Mengingat, potensi desa dalam berbagai sektor dan produk sangat tinggi.

"Dari potensi kopi dan coklat saja kita sudah banyak. Prototipe lahan untuk kopi di Madiun, Jember, Malang, Trenggalek, itu saja sudah beda-beda. Saya ingin menyampaikan untuk satu ikon ini saja kalau mau dikembangkan menjadi Desa Devisa itu potensinya luar biasa," tuturnya.

Untuk itu, Khofifah meminta pendampingan penuh atas usaha-usaha yang dilakukan di desa-desa. Mulai dari pendampingan pasar, pembiayaan, hingga packaging.

Sebagai informasi, peserta pameran berasal dari Magetan, Trenggalek, Tulungagung, Pacitan, Tuban, Jombang, Nganjuk, Gresik, Blitar, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Jember, Madiun, Kota Batu, Sidoarjo,serta sejumlah universitas, lembaga masyarakat, dan instansi terkait lainnya.

Selain pameran produk, acara juga diisi dengan Kurasi Produk Unggulan Desa, Desa Potensi Ekspor (Desa Devisa), Sinergi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif, Talkshow Produk Unggulan, penampilan musik, kupon doorprize, kuliner Jawa Timuran, dan lomba mewarnai tingkat TK dan SD.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penyaluran bantuan Zakat Produktif oleh Gubernur Khofifah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Jatim Puspa 2023 sebesar Rp 500.000 sejumlah 10 orang. Mereka juga diberikan paket sembako berupa bahan-bahan pokok.

Di akhir, diserahkan juga bantuan Jatim Ritel dari Bank Jatim sebesar Rp 1,5 miliar kepada warga atas nama Balkiyah, penyaluran Dagulir BUMDes dari BPR Jatim BUMDESMA Sari Bumi Pule Trenggalek sebesar Rp 500 juta, serta penyaluran KUR dari Bank Mandiri BUMDESMA Sari Bumi Pule Trenggalek sebesar Rp 150 juta. (KS-9)

 

Komentar