Langgeng Makmur Berharap Kinerjanya Tumbuh Positif Hingga 15%

PUBLIC EXPOSE: Direktur Independen PT Langgeng Makmur Industri Tbk, Kosasih, tengah menunjukkan performa pencapaian kinerja perseroan saat public expose di pabrik Langgeng Makmur Sidoarjo, Jumat (23/6/2023). (ard)

KANALSATU - PT Langgeng Makmur Industry Tbk. tahun ini berharap kinerjanya tumbuh positif hingga 15%, seiring dengan menggeliatnya perekonomian nasional.

Direktur Independen PT Langgeng Makmur Industri Tbk, Kosasih, mengatakan seiring dengan dicabutnya status pandemi di Indonesia, permintaan terhadap produk peralatan rumah tangga dari aluminium dan berbagai pipa untuk proyek infrastruktur, diperkirakan juga ikut meningkat.

Bertolak dari kondisi itu , dia sangat yakin kinerjanya tahun ini akan bisa dipacu lebih bagus lagi, untuk mengimbangi perekonomian nasional yang dipastikan terus membaik itu.

"Kami menargetkan penjualan perseroan bisa tumbuh 10%-15% hingga akhir tahun ini, dan harapan kami juga bisa meraih laba lebih bagus," katanya seusai public expose perseroan di pabrik Langgeng Makmur Sidoarjo, Jumat (23/6/2023).

Kosasih lebih jauh menjelaskan, pada tahun 2022 ini Perseroannya membukukan total penjualan mencapai Rp575 miliar.

Hasil tersebut diakui naik sebesar Rp6 miliar atau meningkat sekitar 1% dibanding penjualan tahun 2021 sebesar Rp569 miliar.

Sedangkan penjualan domestik naik sebesar Rp6 miliar atau 1% dari Rp565 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp571 miliar pada tahun 2022. 

Peningkatan ini terutama berasal dari divisi peralatan rumah tangga plastik yang meraih penjualan sebesar Rp123 miliar, naik sebanyak Rp17 miliar atau 16% dibanding tahun sebelumnya. 

Untuk divisi peralatan dapur dari aluminium membukukan penjualan sebesar Rp287 miliar, naik sebesar Rp4 miliar, atau 2% dibandingkan dengan pencapaian tahun 2021. 

Untuk divisi pipa, fitting dan profil mengalami penurunan sebesar 9% yaitu dari sebesar Rp172 miliar di tahun 2021 menjadi sebesar Rp157 miliar di tahun 2022.

"Penjualan ekspor mengalami kenaikan sebesar 12% dari Rp4 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp4.4 miliar di tahun 2022 dengan tujuan utama ekspor Perusahaan adalah negara-negara Asia termasuk Timur Tengah, Afrika serta kawasan Eropa," jelas Kosasih.

Sementara itu pada periode triwulan pertama tahun 2023, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp129 miliar, dengan kontribusi penjualan divisi peralatan dapur dari aluminium serta divisi peralatan rumah tangga plastik masing-masing sebesar Rp73 miliar dan Rp29 miliar yang secara akumulatif merupakan 79% dari total penjualan.

"Kinerja di triwulan satu tahun ini relatif sama dengan periode yang sama tahun lalu. Perseroan masih membukukan rugi bersih Rp5,3 miliar. Namun kami optimis di akhir tahun 2023 bisa meraih laba bersih minimal Rp2,28 miliar," ujar Kosasih.

Dia juga menjelaskan, potensi pasar domestik yang besar yang tumbuh seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia, khususnya untuk produk-produk alat masak dari aluminium maupun alat rumah tangga berbahan dasar plastik. Hal ini merupakan peluang pasar yang baik bagi perseroan.

Potensi produk PVC dan PE yang besar: produk PVC dan PE mempunyai potensi pasar yang sangat besar terutama proyek-proyek infrastruktur pemerintah dan perusahaan swasta untuk industri maupun proyek swasta juga sangat besar.

"Potensi pasar ekspor juga cukup besar khususnya di kawasan Asia. Saat ini komposisi penjualan ekspor sekitar 5%. Terbesar masih pasar domestik yang sebesar 90%," ungkapnya.

Sementara itu guna mencapai target yang ditetapkan perseroan di tahun 2023 ini, Kosasih bilang, pihaknya menetapkan sejumlah strategi, diantaranya dengan memperkuat branding produk-produk perusahaan baik rumah-tangga maupun pipa, menambah variasi produk maupun ukuran guna mengantisipasi semakin meningkatnya proyek-proyek infrastruktur pemerintah dan swasta.

"Untuk mengantisipasi ketatnya persaingan adalah dengan menjangkau segmen pasar menengah ke atas melalui produk-produk yang lebih fashionable dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi, inovasi dan diversifikasi produk, meningkatkan kualitas mulai dari proses produksi hingga produk jadi," tutur Kosasih. (ard)

Komentar