Juli 2023, Inflasi Jatim Tercatat 0,10 Persen

 

KANALSATU - Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Juni 2023 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Jawa Timur di delapan kota, secara YoY (year on year) pada Bulan Juni 2023 terjadi inflasi sebesar 4,59 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,82 pada Juni 2022 menjadi 115,91 pada Juni 2023.

Adapun untuk tingkat inflasi MtM (Month to Month) Juni 2023 tercatat sebesar 0,10 persen.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Zulkipli mengatakan ada beberapa catatan peristiwa fenomena dan kebijakan pemerintah selama Bulan Juni 2023. Mulai dari penyesuaian harga BBM pada 1 Juni 2023 yaitu penurunan harga beberapa jenis BBM mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite.

Berikutnya hari raya Iduladha, libur sekolah dan cuti bersama Iduladha, Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh pemerintah, memasuki musim tanam hingga perubahan cuaca berupa fenomena El Nino yang mulai melandda di sebagian wilayah Indonesia.   

”Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,44 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,30 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,54 persen,” ujar Zulkipli, Senin (3/7/2023).

Berikutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,36 persen; kelompok kesehatan sebesar 3,87 persen; kelompok transportasi sebesar 10,08 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,56 persen; kelompok pendidikan sebesar 4,98 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,90 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,17 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy bulan Juni 2023, antara lain: bensin, beras, akademi/perguruan tinggi, rokok kretek filter, sekolah dasar, kontrak rumah, tarif air minum pam, telur ayam ras, emas perhiasan, dan solar. Adapun komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi yoy, antara lain: cabai rawit, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, sekolah menengah atas, tomat, bayam, kangkung, ikan mujair, dan sawi hijau.

Sementara beberapa komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi mtm bulan Juni 2023, antara lain: kontrak rumah, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, angkutan udara, upah asisten rumah tangga, mangga, bawang putih, tarif check up, kacang panjang. Adapun komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi mtm, antara lain: bensin, emas perhiasan, bawang merah, beras, melon, cabai merah, tarif kereta api, ikan mujair, salak, dan daging sapi.

Jika dibandingkan tingkat inflasi yoy pada bulan Juni 2023 di delapan kota IHK Jawa Timur, kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Surabaya sebesar 4,91 persen, diikuti Sumenep sebesar 4,53 persen, Jember sebesar 4,31 persen, Banyuwangi sebesar 3,97 persen, Kediri sebesar 3,92 persen, Malang sebesar 3,65 persen, Probolinggo sebesar 3,59 persen, dan Madiun sebesar 3,25 persen.

Sedangkan untuk tingkat inflasi mtm di delapan kota IHK Jawa Timur, Probolinggo merupakan kota dengan inflasi mtm tertinggi pada bulan Juni 2023 yaitu mencapai 0,18 persen, sedangkan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Madiun sebesar 0,08 persen. Adapun Sumenep mengalami deflasi sebesar 0,42 persen. (KS-5)

 

Komentar