BFI Finance Dukung Pembiayaan Pelaku Industri Percetakan

KANALSATU – BFI Finance semakin serius menggarap pembiayaan sektor machinery (mesin-mesin). Meskipun memiliki potensi yang sangat besar, hingga saat ini komposisi pembiayaan sektor machinery masih rendah.
Machinery Product Head BFI Finance, Amelia Tjahjadi menambahkan, saat ini pihaknya memiliki lima sasaran pasar pembiayaan yang serius digarap yakni segmen percetakan, manufaktur, wood working, laundry, dan alat kesehatan.
“Untuk sektor percetakan dan manufaktur memberikan kontribusi terhadap portofolio BFI Finance secara nasional sekitar 35 - 40 persen, lalu ada laundry yang lumayan banyak juga. Sedangkan secara nasional untuk machinery/percetakan masih 1,8 persen,” kata Amelia di sela-sela Surabaya Printing Expo (SPE) 2023, Kamis (20/7/2023).
Amelia menambahkan, sejauh ini pembiayaan terbesar dikontribusi oleh segmen korporasi sekitar 60 - 70 persen, dan sisanya dari segmen UMKM sekitar 30 - 40 persen.
“Untuk itu, melalui pembiayaan secara inklusif ini, kami ingin mendorong pelaku usaha percetakan bisa meningkatkan kinerjanya dengan mesin baru yang berteknologi tinggi, termasuk bagi UMKM. BFI pun menawarkan penyaluran pembiayaan mulai Rp100 juta ke atas,” imbuhnya.
Area Manager BFI Finance Surabaya, Bambang Hartoyo mengatakan BFI Finance di Jatim mulai menyasar pembiayaan sektor machinery ini sejak lima tahun terakhir. Hingga kini, sektor ini telah berkontribusi sekitar 10 - 15 persen terhadap total portofolio BFI Finance di Jatim.
“Memang sektor pembiayaan di BFI selama ini paling besar dikontribusi oleh sektor re-financing kendaraan/otomotif sebesar 70 persen, tetapi sektor-sektor lain ternyata memiliki potensi yang besar juga salah satunya mesin-mesin percetakan,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi percetakan digital telah merevolusi industri percetakan dengan kemampuannya untuk menghasilkan cetakan berkualitas tinggi dalam jumlah kecil hingga sedang sehingga. Oleh karena itu, BFI Finance mendorong pelaku usaha percetakan agar dapat mengakses atau memiliki mesin-mesin cetak modern melalui pembiayaan.
“Revolusi teknologi dalam industri percetakan ini sudah terjadi. Seperti yang kita lihat dalam pameran ini, percetakan sudah masuk dalam objek tiga dimensi, atau yang biasa kita sebut percetakan 3D. Mesin cetak 3D dapat mencetak objek tiga dimensi dari berbagai material, mulai dari plastik hingga logam,” tutur Bambang.
Teknologi ini tidak hanya memberikan kecepatan dan efisiensi, tetapi juga pada kebutuhan manufacturing yang bersifat massal hingga yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan individu. ”Ini adalah kemajuan yang harus direspon dan pelaku industri harus dapat mengaksesnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan pameran ini, BFI Finance memberikan kemudahan pembiayaan bagi pelaku usaha yang memperbaharui teknologi mesin cetaknya. (KS_5)