Semester I/2023, PIP Salurkan Pembiayaan UMi ke 282.883 Debitur di Jatim

Direktur Utama PIP, Ismed Saputra (kiri) bersama Umi Rohani, pelaku UMKM yang merupakan debitur pembiayaan UMi dari Kota Batu. Umi memanfaatkan UMi untuk mengembangkan usaha tasnya, Rehani Melodi.

 

KANALSATU - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepanjang tahun 2023 telah menyalurkan pembiyaan Ultra Mikro (Umi) sebanyak 1,14 juta debitur dengan nilai pembiayaan mencapai Rp4,76 triliun. Khusus di Jawa Timur, pembiayaan sudah disalurkan kepada 282.883 debitur dengan nilai Rp1,1 triliun.

Sementara secara kumulatif, sejak 2017 hingga semester I/2023 ini, PIP telah menyalurkan pembiayaan UMi sebanyak Rp30,9 triliun untuk 8,55 juta debitur melalui 72 lembaga penyalur Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan telah menjangkau 509 kota/kabupaten.

Direktur Utama PIP, Ismed Saputra mengatakan dari realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara kumulatif tersebut, Pulau Jawa berkontribusi sebanyak 5,53 juta debitur dengan nilai pembiayaan sebesar Rp19,55 triliun.

“Dari total debitur di Pulau Jawa ini, khusus di wilayah Jawa Timur secara kumulatif telah menyumbang sebanyak 1,7 juta debitur dengan capaian pembiayaan sebesar Rp6 triliun,” kata Ismed saat Media Meet Up di Surabaya, Jumat (28/7/2023).  

Lebih lanjut Ismed menuturkan, pada tahun 2023 ini PIP menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan bagi usaha ultra mikro (UMi) sebanyak 2,2 juta debitur secara nasional.

Ismed menerangkan, dalam menyalurkan pembiayaan UMi ini, PIP menggandeng LKBB maupun afiliasi pemerintah seperti koperasi atau PNM. Dalam penyalurannya, PIP memberikan tingkat suku bunga kepada lembaga penyalur maksimal 4 persen/tahun atau 2 persen flat/tahun.

“Selanjutnya kami berupaya menekan lending rate (suku bunga) dari PIP ke penyalur melalui kerja sama dengan pemda baik diprovinsi maupun kota/kabupaten guna memberikan subsidi bunga dan dukungan imbal jasa penjaminan,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Ismed, PIP telah berhasil menekan lending rate sampai 5 persen, dari sebelumnya pada 2022 sebesar 21,52 persen, menjadi 16,62 persen flat/tahun pada semester I/2023.

Ismed menambahkan, PIP optimistis bisa menyalurkan pembiayaan UMi sesuai target sejalan dengan besarnya potensi di sektor ultra mikro ini, termasuk di wilayah Jatim.

“Saat ini PIP sudah melakukan kerja sama dengan pemda di Jatim seperti dengan Malang yang sudah berjalan, lalu Blitar, dan sekarang sedang penjajakan di lima kabupaten lainnya seperti Gresik. Jadi tidak ada target khusus, sepanjang ada pemda yang konsen dengan ultra mikro, akan kita akses langsung,” imbuhnya.

Direktur Keuangan, Umum, dan Sistem Informasi PIP Mas Soeharto menambahkan, PIP tahun ini juga melakukan penambahan sebanyak 16 produk UMi sehingga secara total menjadi 49 produk pembiayaan UMi yang akan ditawarkan penyalurnya.

“Sejalan dengan jumlah produk UMi itu, PIP terus berupaya melakukan pemberdayaan seperti memberikan pelatihan teknis usaha/produksi, pembukuan keuangan usaha, branding produk, pemasaran online, promosi melalui sosial media PIP, marketplace, lelang produk online, pameran, sampai memfasilitasi gerai UMi di pusat perbelanjaan,” jelasnya.

Soeharto menambahkan, untuk menjaga tingkat risiko kredit sektor UMi ini, PIP melakukan pengawasan terhadap penyalur pembiayaan UMi dan berbagi informasi untuk mitigasi risiko.

Pada 2022 NPL (Non Performing Loan) pembiayaan Umi tercatat 0 persen. Turun dari catatan tahun sebelumnya yang mencapai 0,25 persen. (KS-5)

Komentar