REI Jatim : Pembeli Properti Makin Selektif

KANALSATU – Penjualan properti hingga tengah tahun 2023 belum kembali pulih seperti sebelum pandemi. Salah satu penyebabnya adalah konsumen yang semakin selektif dalam mengalokasikan dana yang dimiliki.
”Sekarang sedang tidak bagus juga jualan rumah. Orang semakin selektif. Kalau dulu masih ada yang beli rumah untuk investasi, sekarang beli rumah ya untuk ditempati,” kata Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, Soesilo Efendy saat soft launching Graha REI Jatim di Surabaya, Jumat (28/7/2023).
Sejak pandemi, tipe rumah yang diminati konsumen juga berubah. ”Umumnya cari yang kecil, fasilitas lengkap dan harga tidak terlalu mahal,” ujarnya. Karena itu harga rumah di bawah Rp1 miliar masih menjadi primadona. Bahkan di luar wilayah Surabaya dan Sidoarjo, rumah yang banyak diminati di bawah Rp500 juta.
Selain daya beli yang belum pulih, tantangan lain yang dihadapi adalah keberadaa rumah bekas atau second. ”Ini juga luar biasa. Masyarakat memilih rumah second karena surat-surat sudah lengkap, sudah bisa dilihat lokasinya sesuai atau tidak dan juga bisa KPR bank,” ungkap Soesilo.
Namun di sisi lain, bagi pengembang terutama yang membangun rumah bersubsidi sedikit bisa bernafas lega. Pasalnya, pemerintah telah menaikkan harga rumah subsidi untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dari yang semulai Rp150,5 juta sekarang menjadi Rp162 juta dan tahun depan akan kembali dinaikkan menjadi Rp166 juta.
Meskipun dikatakan sedikit terlambat karena harga bahan bangunan sudah lama naik, namun pengembang tetap menyambut gembira keputusan ini.
Graha REI Jatim sendiri baru saja direnovasi. Proses pembangunannya dimulai sejak Februari 2023 lalu dan ditargetkan selesai 100 persen pada Agustus mendatang. ”Hari ini kami soft launching dulu dan dilakukan penandatanganan oleh Ketua Umum REI, Bapak Paulus Totok Lusida. Pak Totok ini pernah menjadi Ketua DPD REI Jatim. Saya ingin di gedung ini ada tanda tangan beliau sehingga bisa dikenang dan menjadi motivasi teman-teman yang masih muda-muda ini,” tutur Soesilo lagi.
Graha REI memiliki tiga lantai di mana lantai 1 digunakan sebagai ruang publik. Pengunjung bisa mencari info mengenai rumah, perbankan maupun perizinan. Lantai 2 digunakan sebagai kantor dan kesekretariatan, sedangkan lantai 3 dimanfaatkan untuk hall atau ruang pertemuan.
”Rencananya lantai 4 dibuat rooftop. Pemandangannya bagus dari atas,” pungkasnya. (KS-5)