Bawa 17 Delegasi, Penang Agresif Jaring Wisatawan dari Surabaya

KANALSATU – Indonesia selama ini menjadi salah satu pasar terpenting bagi pariwisata di Penang. Sebelum pandemi, tak terhitung banyaknya masyarakat Indonesia yang datang ke pulau ini, baik untuk rekreasi, bisnis, medis dan juga pendidikan.
Untuk kembali menggairahkan kunjungan wisatawan asal Indonesia, khususnya Surabaya, Penang Tourism membawa 17 delegasi untuk mempromosikan kembali wisata Penang. Delegasi Penang yang mengikuti roadshow terdiri dari beragam pelaku bisnis pariwisata yaitu hotel, atraksi, travel agent, rumah sakit, wedding organizer, shopping mall dan agen dari orogram “Malaysia My Second Home,”
Chief Executive Officer Penang Global Tourism, Ooi Chok Yan mengatakan, meski belum sepenuhnya kembali normal seperti tahun 2019, namun jumlah kunjungan wisatawan asal Indonesia perlahan mulai meningkat.
"Hal itu terlihat dari frekuensi penerbangan langsung (direct) ke Penang yang cukup banyak. Per Juli 2023, tercatat ada 107 penerbangan dari Jakarta, Surabaya, Medan dan Banda Aceh," kata Chok Yan, saat media briefing di ballroom Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (7/9/2023).
Sebanyak 76 penerbangan langsung per minggu dari dan ke Medan dilayani Air Asia, Lion Air, Citilink dan Firefly. Kemudian 18 penerbangan langsung setiap minggunya dari dan ke Jakarta, yang dilayani Air Asia dan Batik Air.
Juga 11 penerbangan langsung per minggu dari dan ke Banda Aceh diterbangi Firefly dan Batik Air, serta dua penerbangan langsung per minggu dari dan ke Surabaya, yang dilayani oleh Air Asia.
"Dari Surabaya, meski hanya dua kali penerbangan per minggu tapi load factor (tingkat keterisian pesawat), mencapai 90 persen. Tentunya itu cukup besar," jelas Chok Yan.
Selama ini, wisatawan Indonesia yang datang ke Penang Sebagian besar melakukan wisata kesehatan atau medical tourism.
Namun saat ini ada lebih banyak pilihan wisata di Penang yang bisa dikunjungi wisatawan Indonesia, seperti wisata alam, wisata sejarah peninggalan masa peranakan, kuliner dan lainnya.
Dalam kegiatan itu, Penang Global Tourism menggandeng Asosiasi Travel Agent (Astindo). Ketua Umum DPP Astindo, Pauline Suharno, dalam kesempatan yang sama mengatakan, saat ini pihaknya juga terus agresif menggandeng berbagai biro wisata baik di dalam maupun luar negeri untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.
Meskipun kinerja sektor pariwisata belum sebagus saat sebelum ada pandemi, namun ia yakin recovery akan terus berjalan. “Kami optimis jumlah wisatawan akan naik, baik yang inbound maupun outbound. Proses recovery itu sudah terlihat,” kata Pauline.
Dia mengatakan bahwa tahun ini akan ada lonjakan di sektor pariwisata. Dia menggambarkan, penjualan tiket pada Januari 2022 rerata mencapai Rp 448 miliar per bulan. Namun pada bulan November 2022 langsung melonjak menjadi Rp 2,6 triliun per bulan.
Dan tahun 2023, sejak Januari hingga Agustus, sudah naik luar biasa menjadi Rp 2,4 – Rp 2,7 triliun per bulan saat low season. Sementara pada saat peak season, lonjakan semakin berasa hingga mencapai Rp 3,4 triliun per bulan.
“Penjualan tiket tahun ini sejak Januari hingga Agustus ada kenaikan 350 persen dibandingkan tahun lalu,” tambahnya. Dia yakin, kondisi ini akan bertahan hingga akhir tahun nanti.
Mengenai semakin maraknya Online Travel Agent (OTA) saat ini Pauline mengaku tidak khawatir. Sebab travel agent offline memiliki kelebihan yang tidak dimiliki OTA.
”Kami tidak sekedar berjualan tiket namun sudah menjadi travelling consultant. Kami bisa memberikan apa pun yang dibutuhkan konsumen,” pungkasnya. (KS-5)