Batik Wistara dan Aora Wistara Binaan PLN Mencuri Perhatian Banyak Kalangan

KANALSATU - Mitra Binaan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (PLN UIP JBTB) yaitu Batik Wistara dan Aora Wistara menarik perhatian dari banyak pihak. Salah satunya Kementrian Badan Usaha Milik Negara (Kementrian BUMN).
Staf Ahli Bidang Keuangan dan UMKM, Loto Srinaita Ginting, sangat tertarik untuk mengunjungi Batik Wistara. Ketertarikan ini berasal dari Bazar UMKM yang dilaksanakan di Sarinah Jakarta pada 21-24 September 2024 lalu.
Loto mengungkapkan ketertarikannya pada batik yang dihasilkan oleh Anak Berkebutuhan Khusus (disabilitas). Dengan motto “Kami beda tapi luar biasa”, para seniman disabilitas mampu menunjukkan kemampuan seninya melalui batik serta menjahit sehingga menghasilkan batik yang berkualitas. Tidak hanya itu para model disabilitas dari Aora Wistara juga memukau setiap penonton yang hadir.
Loto lebih jauh menjelaskan bahwa sangat bangga dengan PLN yang mampu membina mitra binaan sehingga dapat meningkat seperti sekarang dan dikenal di tingkat nasional.
Seperti diketahui PLN senantiasa membawa Batik Wistara dan Aora Wistara pada beberapa pameran untuk meningkatkan pemasaran akan batik ini serta sekolah aora wistara. Tidak berhenti sampai disitu, PLN juga telah membina mitra binaan ini selama empat tahun.
Selama empat tahun, bantuan infrastruktur, sarana dan prasarana membatik serta biaya melakukan pelatihan dan sebagainya telah diberikan PLN untuk meningkatkan Batik Wistara dan Aora Wistara.
“Saya meninjau langsung dan melihat keseharian mereka sangat luar biasa, masing-masing anak spesial ini diarahkan sesuai dengan ketrampilan mereka masing-masing. Hasilnyapun memukau, asalkan konsisten saya yakin ini akan berkembang pesat”, ucap Loto.
Founder Batik Wistara Ariyono Setiawan menerangkan, Batik Wistara dan Aora Wistara selama 4 tahun terakhir ini mendapat pertumbuhan pesat setelah dibantu PLN. Ari menerangkan bahwa usaha ini awalnya dirintis sebagai social enterpreneur untuk mengembangkan anak-anak berkebutuhan khusus. Ari tergerak oleh kebutuhan ABK dalam mencari pekerjaan.
Saat ini, Batik Wistara telah berkembang pesat, bahkan 1 tahun terakhir telah mampu membuka Sekolah untuk Keterampilan Khusus yaitu Aora Wistara yang memberikan pelatihan dan pembelajaran untuk 15 keterampilan kepada siswa berkebutuhan khusus, diantaranya membatik, modelling, make up, melukis dan lainnya.
Dalam kunjungan, ditemui juga Eliot, warganegara Perancis yang sedang melakukan pertukaran pelajar di ITS dan juga tertarik mempelajari Batik. Eliot menyatakan bahwa batik sangat spesial dan unik, sehingga dia sangat bersemangat untuk mempelajarinya. Telah 2 minggu ia belajar batik di Batik Wistara.
“Saya sangat senang dan mengagumi batik. Bahkan batik yang saya pakai hari ini. Saya belajar batik saat ini, dan saya harap sudah dapat membatik sebelum saya kembali ke Perancis di beberapa bulan ke depan,” ungkap Eliot.
Terpisah, General Manager PLN UIP JBTB, Anang Yahmadi menyatakan apresiasi yang luar biasa kepada Kementrian BUMN yang sudah menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Mitra Binaan PLN, Batik Wistara. Anang menyampaikan Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan selama ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau yang lebih dikenal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus ini memiliki talenta yang sangat luar biasa jika dikembangkan dengan baik. Dengan berdirinya Sekolah Keterampilan khusus Aora Wistara yang didirikan tahun lalu, PLN optimis mitra binaan ini akan semakin berkembang pesat.
Siswa dari Aora Wistara nantinya dapat bekerja di Batik Wistara serta di berbagai industri. Dengan berkembangnya anak-anak luar biasa ini akan menunjukkan dan memotivasi bahwa Anak Berkebutuhan khusus juga mampu berkembang seperti orang lain di dunia pekerjaan.
”Kami yakin dengan dikembangkan bersama dan dengan konsistensi dari Batik Wistara dan Aora Wistara akan semakin berhasil ke depannya,” tutup Anang. (KS_5)