Dorong Pelaku UMKM Jatim Adaptasi Dengan Ekosistem Digital



KANALSATU - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis gelaran Jatim Fest 2023 akan memberikan penguatan dan mendorong pelaku UMKM naik kelas. Tak hanya itu, ia juga optimis gelaran ini akan mampu mendongkrak ekonomi melalui berbagai macam keunggulan produk UMKM.

"Sinergitas antara pelaku usaha, BUMD, BUMN dan pemerintah memberikan penguatan serta peningkatan atau naik kelasnya UMKM kita harapkan bisa lebih cepat, lebih cepat dan lebih cepat lagi baik secara digital ekosistemnya maupun dari skill," kata Gubernur Khofifah usai meninjau Jatim Fest yang dihelat di Jatim Expo Surabaya, Sabtu (7/10/2023).

Lebih lanjut, dalam mewujudkan UMKM naik kelas, pihaknya mendorong pelaku usaha cepat beradaptasi dengan digital ekosistem. Sebab, semakin hari berbagai cara pemasaran produk diperlukan utamanya melalui digital marketing.

Selain itu, mereka harus memahami bagaimana mempromosikan produknya agar orang yang memberikan respon atas produk relatif lebih komprehensif.

Tidak sekadar digital ekosistem yang menjadi bagian penting, tetapi pertemuan antar para pelaku usaha dalam event seperti ini juga penting. Artinya, tidak hanya pertemuan secara virtual tetapi orang akan melihat produk-produk dari BUMN, BUMD, Pemerintah dan private sector dan saling bertukar pikiran memberi nilai tambah.

"Ini akan menjadi pertemuan interaktif yang mudah-mudahan bisa memberikan nilai tambah sehingga UMKM kita cepat naik kelas," tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan, bahwa Jatim Fest memberikan dampak besar bagi sektor perekonomian khususnya UMKM Jatim. Sebab, masyarakat akan melihat secara langsung bagaimana kualitas dan daya saing produk UMKM melalui gelaran ini.

"Inilah fasilitasi yang diberikan oleh Pemprov Jatim sebagai ajang promosi produk unggulan UMKM. Mengingat kontribusi UMKM Jatim saat ini telah mencapai 58,36 persen PDRB Tahun 2022," ungkapnya.

Berdasarkan data yang ada, PDRB Jatim pada triwulan (TW) II tahun 2023 berkontribusi sebesar 14,45 persen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan berkontribusi sebesar 25,23 persen PDRB Pulau Jawa.

"Sedangkan pertumbuhan ekonomi Jatim pada TW II tumbuh secara impresif sebesar 2,66 persen (q-to-q) dan tertinggi di Pulau Jawa," katanya.

Khofifah mengatakan, kinerja ekonomi Jatim dari supply side ditopang oleh tiga sektor lapangan usaha. Salah satunya adalah Sektor Perdagangan yang berkontribusi sebesar 19,13 persen dalam pembentukan PDRB Jatim dan serapan 19,07 persen tenaga kerja atau 4,27 juta orang.

Ia berharap, terselenggaranya event ini mengungkit potensi-potensi unggulan tiap daerah sehingga mendapatkan perluasan akses pasar dan UMKM Jatim bisa bangkit.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengunjungi stand dinas sosial yang menampilkan berbagai produk kerajinan tangan karya disabilitas di bawah binaan Dinas Sosial Jatim.

Saat menghampiri, Gubernur Khofifah menyapa dan berinteraksi dengan beberapa anak disabilitas intelektual dari UPT rehabilitasi sosial bina grahita, Kabupaten Tuban. Mereka sedang membuat batik ecoprint melalui teknik bounding (dipukul) menggunakan palu karet. Selain teknik bounding, ada juga teknik steam (kukus) batik ecoprint.

Harga kain ecoprint dijual mulai Rp140.000 - Rp250.000. Sedangkan kerajinan lain berbentuk tote bag dijual seharga Rp40.000 - 85.000. Nantinya, hasil penjualan digunakan untuk biaya operasional 60 penerima manfaat disabilitas intelektual.

Selanjutnya, ia mengunjungi stand Disperindagin Kabupaten Cirebon. Di sana, dirinya melihat dan memilih beragam jenis kain batik yang dijual. Dilanjutkan meninjau stand kain tenun dari Mojoagung, Kabupaten Jombang dan stand batik Madura binaan Pertamina.
(KS-9)
Komentar