Suparma Optimistis 2024 Raih Pendapatan Rp3 Triliun

PAPARAN PUBLIK: Hendro Luhur, Direktur PT Suparma Tbk, dan jajaran direksi saat berbincang tentang kualitas produk, usai menyampaikan paparan publik, di Kantor PT Suparma Tbk, Surabaya, Senin (20/11/2023). (ard)

KANALSATU - PT Suparma Tbk optimistis pada akhir 2024 mampu meraih total pendapatan hingga Rp3 triliun, atau meningkat sekitar 15% dari pencapaian 2023.

Hendro Luhur, Direktur PT Suparma Tbk, mengatakan tahun 2023 ini kinerja perseroannya tersendat, khususnya pada 9 bulan terakhir.

Hal itu dibuktikan sejak Januari sampai Septerber lalu, manajemennya hanya mampu meraup pendapatan Rp1,95 triliun, atau menurun 17% dibanding perolehan yang sama tahun lalu, yang mencapai Rp2,33 triliun.

“Penurunan ini bukan karena daya beli pasar yang turun, atau ada sentimen negatif akibat memasukk tahun politik, tapi karena harga jual rata-rata produk mengalami penurunan sampai 18,5%, dampaknya nominal turun,” katanya saat menyampaikan paparan publik, Senin (20/11/2023). 

Lebih jauh dia memaparkan, pencapaian hingga September 2023 ini setara dengan 75,1% dari target penjualan bersih perseroan yang sebesar Rp2,6 triliun. 

Sedangkan pencapaian penjualan bersih selama 10 bulan atau Januari - Oktober 2023 berhasil mencapai Rp2,17 triliun atau setara 83,7% dari target 2023.

Meski demikian Hendro menyatakan tetap optimistis sampai akhir 2023 mampu merealisasikan target yang telah ditetaplan perseroan.

"Begitu juga pada tahun buku 2024 nanti, kami optimistis mampu meraih total pendapatan hingga Rp3 triliun, atau meningkat sekitar 15% dari pencapaian 2023," tegasnya.

Untuk mengejar pencapaian dimaksud, dia menjelaskan perseroan akan berupaya merebut kembali pangsa pasar yang selama 1 - 2 tahun terakhir ini diambil oleh kompetitor. 

Beli Steam Boiler

Pada kuartal IV ini dan tahun depan misalnya, dikatakan akan lebih menguasai marketshare kertas di masyarakat. 

Begitu juga untuk tisu, produk Suparma diakui masih leading, dan tahun ini serta beberapa tahun kedepan, produk tisu masih fokus diperkuat di pasar horeka (hotel, restoran, kafe.

Hendro bahkan menegaskn untuk memperkuat kinerja produksi,  perseroan akan melakukan investasi, salah satunya untuk steam boiler, dengan anggaran internal US$10 juta. 

Steam boiler yang baru nanti juga dijelaskan lebih ramah lingkungan, karena ditunjang dengan spesifikasi penggunaan bahan baku batu bara hanya sebesar 25%. 

Menyinggung penjualan kertas, Hendro merinci secara kuantitas, penjualan kertas Suparma sampai September mencapai 156.995 MT atau tumbuh 2% dibandingkan periode sama tahun lalu, yaitu sekitar 153.992 MT. 

Pencapaian ini disebutkan setara dengan 74,8% dari target kuantitas penjualan kertas perseroan, yang mencapai 210.000 MT.  (ard)

Komentar