Wujudkan Ibu Kota Pintar yang Ramah Lingkungan

Maket IKN cr : Ist

 

KANALSATU – Indonesia saat ini tengah mewujudkan cita-cita besar untuk mengembangkan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai sebuah kota pintar (smart city) dengan konsep unik, yaitu Forest City. Proyek ini menjadi tonggak sejarah bagi negara ini, menggabungkan kemajuan teknologi dengan keberlanjutan lingkungan.

IKN di Kalimantan Timur menawarkan inovasi yang memadukan kehidupan perkotaan dengan alam. Salah satu poin penting adalah pemanfaatan teknologi canggih untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Beberapa fitur utama yang direncanakan termasuk infrastruktur pintar, sistem transportasi terintegrasi, dan layanan publik yang efisien.

Guna mewujudkan sustainability forest city, hanya 25 persen dari area IKN yang akan dibangun, sedangkan 75 persen sisanya akan menjadi area hijau dan 65 persen dari area tersebut tetap sebagai hutan tropis.

Sebagai bagian dari perwujudan kota pintar, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada April lalu mengunjungi pameran investasi global di Hannover Messe 2023. Sebagai bagian dari perencanaaan jangka panjang dalam mengembangkan ibu kota baru Indonesia, OIKN secara serius mempertimbangkan penggunaan teknologi pencahayaan pintar atau smart lighting untuk menciptakan kota yang cerdas dan ramah lingkungan.

Menurut Sekretaris OIKN Achmad Jaka Santos Adiwijaya, smart lighting dapat memberikan banyak manfaat seperti penghematan biaya yang signifikan, pengurangan emisi karbon, dan polusi cahaya.

Jaka Santos menambahkan penggunaan teknologi pencahayaan pintar atau smart lighting dapat merevolusi cara kita menerangi kota kita, menjadikannya lebih hemat energi, lebih aman, dan ramah lingkungan. Eksplorasi OIKN terhadap teknologi ini dapat menjadikannya contoh positif bagi kota-kota lain di Indonesia dan dunia untuk mengikuti upaya mereka menuju tata kehidupan yang keberlanjutan.

“Teknologi smart lighting hanyalah salah satu dari banyak pendekatan inovatif yang sedang dieksplorasi OIKN untuk menciptakan kota yang berkelanjutan, cerdas, dan layak huni. Upaya mereka sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, khususnya Tujuan 11 - Kota dan Komunitas Berkelanjutan, dan Tujuan 13 - Aksi Iklim,” kata Jaka Santos dikutip dari laman ikn.go.id.  

Dengan mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon melalui pencahayaan pintar, Nusantara juga akan berkontribusi pada upaya Indonesia untuk memitigasi dampak perubahan iklim. Teknologi pencahayaan pintar juga akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terjamin bagi penghuni dan pengunjung.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga sudah menegaskan komitmen dan keseriusan pemerintah untuk membangun IKN dengan konsep kota hutan atau forest city yang hijau dan ramah lingkungan.

Menurut Presiden Jokowi, IKN Nusantara nantinya akan memiliki 70 persen area hijau, 80 persen transportasi publik. Jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya di komplek IKN diprediksi hanya membutuhkan waktu 10 menit sehingga dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Sehingga IKN akan menjadi kota inklusif, terbuka, dan ramah bagi seluruh kalangan masyarakat untuk hidup berdampingan.

 

Manfaatkan Potensi EBT

Untuk penyediaan kelistrikan di IKN, Presiden Jokowi menyebut akan memanfaatkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai sumber energi ibu kota negara. Selain tenaga surya, pemerintah akan memanfaatkan potensi hidro seperti sungai dan danau yang ada di sekitar IKN.

“Sistem kelistrikan di IKN Nusantara akan berbasis pada energi baru terbarukan sehingga kita tidak hanya mampu menghasilkan listrik yang andal, tetapi juga yang bersih dan tidak mencemari lingkungan,” imbuhnya.

Direktur Utama Darmawan Prasodjo mengatakan PLN menjamin siap memberikan pasokan listrik yang terbaik untuk IKN. PLN mengusung konsep state of the art of technology, dan komitmen membangun kelistrikan IKN yang green, smart, berbasis Artificial Intelligence (AI) dan beautiful.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, sistem kelistrikan di IKN ini akan menjadi sistem kelistrikan yang paling mutakhir dan akan dibanggakan oleh bangsa ini. Sistem kelistrikan IKN adalah yang terbaik di dunia," kata Darmawan.

Untuk tahap awal, PLN tengah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 50 Megawatt (MW). Peletakan batu pertama atau groundbreaking PLTS pionir pembangkit energi baru terbarukan (EBT) ini telah dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kamis, (2/11/2023).

“Kebutuhan listrik untuk Agustus 2024 sekitar 34 MW. Dan kami bangun PLTS 50 MW. Jadi nanti saat upacara Hari Kemerdekaan ke-79 listrik di IKN sudah 100 persen green,” ucap Darmawan.

Untuk jangka panjang, PLN juga akan memaksimalkan potensi hidro yang ada di pulau Kalimantan, khususnya yang berdekatan dengan IKN untuk menghasilkan listrik. Pada tahun 2030 diperkirakan kebutuhan listriknya menjadi sekitar 1.000 MW.

Untuk menjaga keandalan, PLN membangun pengaturan dan pengamanan sistem kelistrikan canggih berbasis digital dengan pemanfaatan AI. Seluruh jaringan listrik yang dibangun akan menggunakan smart meter, sehingga akan terdapat juga fiber optic internet. Hal tersebut tentu akan mempermudah IKN dalam membangun smart home, smart building, hingga smart city yang terintegrasi.

“Dengan demikian, IKN akan menjadi smart city tercanggih, terbaik di dunia dan menjadi kebanggaan kita semua,” tutur Darmawan.

Kemudian, untuk menjaga keindahan, gardu induk dan seluruh jaringan listrik mulai dari jaringan transmisi hingga distribusi juga akan tersembunyi di bawah tanah.

Optimisme Pengusaha

Ketua DPP Apindo Kalimantan Timur Slamet Brotosiswoyo optimistis kehadiran IKN akan menggerakkan perekonomian di wilayahnya. ”Kalimantan Timur ini luasnya 1,5 kali lebih besar dari (pulau) Jawa tapi penduduknya hanya 3,2 juta. Bikin roti, kerupuk, siapa yang beli? Secara demografi belum memungkinkan. Kecuali ada IKN nanti,” tutur Slamet.

Selain mendatangkan pasar, kehadiran IKN juga akan membawa investor dari luar masuk. ”Ada investor dari Hong Kong, Korea Selatan, Singapura dan Belanda yang sudah mulai lirik-lirik. Ada yang mau bikin properti, listrik, maupun Pelabuhan,” jelasnya.

Dengan konsep pemerintah yang akan menciptakan IKN sebagai kota pintar yang sekaligus ramah lingkungan, menurut Slamet akan semakin menarik investor dari luar. Apalagi isu lingkungan juga sudah lama menjadi perhatian negara maju. (KS-5)

 

Komentar