Program Electrifying Agriculture PLN Dukung Ketahanan Pangan

KANALSATU - PT PLN (Persero) terus memperluas program Electrifying Agriculture. Program ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional.
Electrifying Agriculture ini berupa program penyambungan listrik untuk 8 titik pompa air dengan total daya 44 kilo Volt Ampere (kVA).
Melalui program ini PLN mengajak petani beralih ke alat-alat dan mesin pertanian berbasis listrik sehingga lebih maju dan modern dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya operasional.
Yang terbaru, program ini dilaksanakan di Desa Kayen Kidul, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Dengan penyambungan pompa air ini selain mensuplai kebutuhan pasokan air persawahan milik petani cabai, kacang panjang hingga terong di Kayen Kidul, program ini dapat menghemat operasional petani hingga 25 persen.
Di hadapan puluhan petani, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan harapannya. Dengan peresmian sumber air tenaga listrik ini diharapkan dapat mengatasi masalah pasokan air yang selama ini dialami petani setempat dampak dari El-Nino yang membuat kekeringan akibat kemarau panjang.
"Peresmian ini sebagai jawaban atas keresahan para petani kita belakangan ini. Semoga dengan adanya sumber air tenaga listrik ini, para petani yang tadinya kesulitan pengairan bisa teratasi," papar Hanindhito.
?
Kepala Desa Kayen Kidul, Bambang Agus Pranoto mengaku dengan sumber air tenaga listrik ini akan membantu para petani.
"Tentu akan memudahkan petani kita. Sumber air tenaga listrik ini juga lebih efisien, murah, dan ramah lingkungan," kata Bambang.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menyampaikan elektrifikasi di sektor pertanian merupakan salah satu langkah PLN untuk mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
"Electrifying Agriculture ini adalah perubahan gaya hidup yang diterapkan oleh petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produktivitas para petani, sehingga akan lebih maju dan modern," kata dia.
Tercatat hingga Desember 2023 di Jawa Timur terdapat 20.486 pelanggan yang memanfaatkan Electrifying Agriculture dengan total daya tersambung 84.211 kVA.
Sedangkan, di Kediri sendiri berkontribusi 20 persen terhadap total pelanggan se-Jawa Timur yaitu sejumlah 4.036 pelanggan dengan total daya 9.353 kVA.
Sebagai negara agraris, PLN mendukung penuh cita-cita ketahanan pangan dalam negeri.
Dengan program Electrifying Agriculture ini dapat menumbuhkan berbagai potensi untuk menyokong penguatan komoditas pertanian, perkebunan, peternakan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Hal ini selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. (KS-5)