Ini Strategi PTPN Dukung Swasembada Gula Nasional

KANALSATU – PTPN Group melaksanakan sejumlah program dalam rangka mewujudkan percepatan swasembada gula konsumsi pada tahun 2028. Setidaknya ada empat upaya yang akan dilakukan.
Yang pertama, peningkatan produktivitas tebu sebesar 87 ton/Ha melalui perbaikan captive agriculture berupa pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman dan tebang muat angkut. Kemudian perluasan areal tanam tebu paling sedikit 179 ribu Ha dari lahan perkebunan, lahan tebu rakyat dan lahan kawasan hutan.
Ketiga, peningkatan efisiensi, utilisasi dan kapasitas pabrik gula untuk mencapai rendemen 8,05 persen. Yang terakhir yaitu peningkatan kesejahteraan petani tebu.
Direktur Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani mengatakan pihaknya ingin mengembalikan kejayaan tebu di tanah air.
”Kewajiban PTPN ke depan itu akan membangun inkubasi-inkubasi kepada masyarakat, melakukan pelatihan-pelatihan dan penyuluhan-penyuluhan. Kita akan menyiapkan itu untuk kembali memperbaiki tata kelola tebu rakyat,” ungkap Ghani saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo ke kebun HGU Lumajang PTPN I Regional 4, Rabu (27/12/2023).
Lebih lanjut Ghani menyampaikan, bahwa ke depan, selain memperbaiki areal HGU, PTPN Group juga terus berupaya melakukan perbaikan guna membantu para petani.
Saat ini luas areal tebu PTPN mencapai 185 ribu Ha yang terdiri dari 59.300 Ha tebu sendiri (TS) dan 125.941 Ha tebu rakyat (TR). Untuk mencapai produksi tebu yang diharapkan, luasan lahan tebu pada 2028 ditargetkan bisa mencapai 356.839 Ha. Terdiri dari lahan TS seluas 161.879 Ha dan TR 194.961 Ha.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, mengapresiasi fokus PTPN Group dalam mewujudkan percepatan swasembada gula nasional dan keberpihakannya kepada petani. “Untuk mencapai itu semua, tentu perlu ada upaya khusus yang harus dijaga dari hulu hingga hilirnya,” ujar Tiko.
Tiko mengatakan bahwa untuk menjaga kelangsungan ekonomi Indonesia, dibutuhkan effort khusus. “Supaya kita bisa swasembada, kemudian juga mampu menghasilkan varietas bibit unggul, yang bisa menghasilkan domestic variety produktif di tanah Indonesia,” tambahnya.
Tiko menekankan agar ekosistem tersebut terus dijaga bersama, mulai dari pembibitannya hingga pengelolaan kebunnya.
“Research and development mengenai produktivitas dan efisiensi, disiplin dalam mengelola kebun, pengelolaan keuangan dan komersial, maupun neraca perusahaan, harus menjadi satu kesatuan. Sehingga, nanti ke depannya PTPN bisa bangkit dari sisi produksinya,” imbuhnya.
Kunjungan Wakil Menteri BUMN berlokasi di Kebun Lumajang HGU Regional 4 tepatnya di petak Rojopolo V dengan luas 5.147 ha, dan target produktivitas 200 ton/ha.
Pasca adanya transformasi bisnis dengan penggabungan Eks PTPN X dan Eks PTPN XI, maka kini PT Perkebunan Nusantara I Regional 4 tercatat memiliki total luas areal tebu sebesar 14.003,10 Ha. (KS-5)