PWI Jawa Timur Raih Penghargaan dari Kanwil Kemenkumham di Hari Bhakti Imigrasi ke-74

KANALSATU - Kanwil Kemenkumham Jawa Timur pada acara puncak Hari Bhakti Imigrasi ke-74 Tahun 2024, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada stakeholder, instansi pemerintahan, Kepolisian, TNI dan swasta.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur adalah salah satu lembaga yang terpilih mendapatkan apresiasi dan penghargaan saat puncak acara Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-74 itu.
Penghargaan itu diberikan ke PWI Jawa Timur karena dinilai berhasil atas kerjasama dalam meningkatkan dukungan program Jatim Bangkit, sehingga Jatim menjadi provinsi terbaik.
Penghargaan diberikan oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono, kepada Ketua PWI Kediri, Bambang Iswahyoedhi, yang hadir mewakili Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim.
Selain itu, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bupati Kediri yang diwakili Wakil Bupati Kediri, Hj Dewi Mariya Ulfa, atas dukungan dan membantu memberikan hibah tanah dan kendaraan dinas.
Sedang Bupati Bojonegoro mendapat penghargaan atas dukungan dan kerjasama dalam menyediakan fasilitas pelayanan keimigrasian baik gedung, rumah dinas dan fasilitas lainnya.
Untuk Polres Kediri Kota, Polres Kediri, Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Kejaksaan Kabupaten Kediri, Kodim Kediri, Kodim Blitar, Polres Ponorogo, Kejaksaan Negeri Kab Ponorogo diberi penghargaan atas Peran Aktif Penegakkan Hukum Keimigrasian.
Sementara, Mal Pasar Atom diberikan penghargaan atas dukungan dan kerjasama dalam bidang pemberian pelayanan paspor di Mal Pasar Atom.
Heni Yuwono kepada wartawan menyampaikan, dalam rangka perayaan Hari Bhakti Imigrasi ke-74 yang dipusatkan di Kantor Imigrasi (Kanim) Kediri, ini merupakan wujud bahwa Imigrasi melayani dimana saja.
“Tidak hanya terpusat di Surabaya, tapi kita juga menyebar di seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Timur,” ujarnya kepada wartawan, di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Jumat (26/1/2024).
Menurut Heni, bahwa makna dari peringatan HBI ini seperti yang disampaikan Menteri Yasona bahwa Imigrasi semakin ke depan semakin maju.
Menurutnya, Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP sebesar Rp7,6 triliun sepanjang 2023.
"Itu bukan merupakan hal yang kecil, tapi itu adalah sejarah baru di Imigrasi menghasilkan PNBP sebesar Rp7,6 triliun, itu merupakan bentuk nyata dan wujud konkrit dari kinerja teman-teman Imigrasi seluruh Indonesia yang mampu mengangkat peningkatan perekonomian secara nasional," katanya.
Memasuki usia ke-74 Imigrasi tahun ini, lanjut Heni, mengusung tema 'Transformasi Peran Keimigrasian Melalui Strategi Digitalisasi'.
"Artinya pelayanan yang diberikan oleh kantor imigrasi sekarang tidak perlu lagi ketemu dengan petugas, tapi bisa melalui digital. Hal ini merupakan suatu trobosan yang luar biasa, sehingga masyarakat akan mudah sekali mengakses pelayanan di Imigrasi," tegasnya. (ard)