Arus Peti Kemas TPK Bagendang Tumbuh 4 Persen di 2025, Produktivitas Terminal Menguat

KANALSATU - Kinerja operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, arus peti kemas di terminal yang dikelola PT Pelindo Terminal Petikemas tersebut tercatat mencapai 75.175 TEUs, tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 72.233 TEUs.
Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik sekaligus kepercayaan pengguna jasa terhadap keandalan layanan bongkar muat di TPK Bagendang, khususnya dalam mendukung arus distribusi barang di Kalimantan Tengah.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan bahwa kinerja positif tersebut juga tercermin dari capaian indikator produktivitas terminal yang melampaui target.
“Kami mencatat Box Ship Hour (BSH) sebesar 19,46, lebih tinggi dari target 17. Sementara Berth Crane Hour (BCH) mencapai 28,27 atau di atas target 27. Adapun rasio Effective Time terhadap Berthing Time (ET/BT) tercapai 69,28 persen,” ujar Fajar.
Menurutnya, peningkatan produktivitas ini didorong oleh optimalisasi pola kunjungan kapal serta meningkatnya produktivitas per kapal. Meski jumlah kunjungan kapal mengalami penyesuaian, arus peti kemas tetap tumbuh seiring meningkatnya utilisasi kapasitas kapal dan efektivitas layanan terminal.
Selain itu, kebijakan penambahan jam operasional dari 20 jam menjadi 21 jam per hari dinilai efektif dalam mempercepat proses bongkar muat dan meningkatkan kapasitas pelayanan terminal.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan dan mengantisipasi kenaikan volume pada 2026, TPK Bagendang telah menyiapkan rencana penambahan satu unit container crane.
“Saat ini operasional masih ditopang satu unit container crane. Dengan penambahan peralatan, kami optimistis kapasitas pelayanan meningkat, waktu tunggu kapal dapat ditekan, dan produktivitas terminal terus membaik,” jelas Fajar.
Dari sisi pengguna jasa, Kepala Operasional PT Salam Pacific Indonesia Lines Cabang Sampit, Cahya Agung Saputra, menilai kenaikan arus peti kemas di TPK Bagendang merupakan dampak langsung dari perbaikan kinerja operasional.
“Salah satu faktor utamanya adalah penambahan jam kerja operasional secara bertahap, dari 18 jam menjadi 20 jam, hingga kini 21 jam, serta konsistensi TPK Bagendang dalam menjaga kinerja layanan,” kata Cahya.
Ia berharap ke depan TPK Bagendang dapat merealisasikan layanan operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7) pada 2026 untuk mendorong peningkatan arus kapal dan peti kemas secara lebih optimal.
Dengan capaian tersebut, TPK Bagendang menegaskan perannya sebagai simpul logistik strategis yang terus memperkuat kinerja operasional, meningkatkan pelayanan, serta berkontribusi pada kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi regional, khususnya di Kalimantan Tengah.
(KS-5)