Produksi Energi Hijau PLN Nusantara Power Tembus 245 GWh pada Kuartal I 2026

Raih Satyalancana Wira Karya


KANALSATU - Transformasi energi hijau yang dijalankan PLN Nusantara Power terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga kuartal I 2026, program co-firing biomassa perusahaan berhasil memproduksi energi hijau sebesar 245 GWh dan menekan emisi karbon mencapai 286 ribu ton CO?e.

Program co-firing biomassa menjadi salah satu strategi utama PLN Nusantara Power dalam mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emissions 2060. Teknologi ini memungkinkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menggunakan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara.

Biomassa yang dimanfaatkan berasal dari limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan seperti woodchip, sawdust, sekam padi, hingga cangkang sawit. Selain membantu pengurangan emisi karbon, pemanfaatan biomassa juga dinilai mampu mendorong ekonomi masyarakat melalui optimalisasi sumber daya lokal.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan program co-firing biomassa menjadi langkah strategis perusahaan dalam menghadirkan solusi energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, PLN Nusantara Power terus berkomitmen menghadirkan inovasi untuk mendukung transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

PLN Nusantara Power tercatat sebagai pionir pengembangan co-firing biomassa di Indonesia. Perusahaan mulai melakukan riset dan uji coba sejak 2018, kemudian berhasil menjalankan operasi komersial co-firing pertama di lingkungan PLN Group melalui PLTU Paiton pada Juni 2020.

Keberhasilan tersebut kemudian diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia. Hingga saat ini, PLN Nusantara Power telah mengimplementasikan co-firing biomassa secara komersial di 25 PLTU dalam lima tahun terakhir.

Bahkan, sejumlah PLTU telah berhasil menjalankan operasi menggunakan 100 persen biomassa, di antaranya PLTU Bolok, PLTU Pulang Pisau, dan PLTU Tidore.

Sepanjang 2025, program co-firing biomassa PLN Nusantara Power menghasilkan energi hijau sebesar 1.041 GWh dengan penurunan emisi karbon mencapai 1,17 juta ton CO?e.

Sementara itu, inovasi pengembangan teknologi co-firing biomassa PLN Nusantara Power juga mendapat pengakuan dari pemerintah. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Vice President Technology Development PLN Nusantara Power, Ardi Nugroho.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 126/TK/Tahun 2025 dan diserahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ardi Nugroho menyebut pengembangan co-firing biomassa merupakan hasil kolaborasi dan inovasi seluruh insan PLN Nusantara Power dalam menjawab tantangan energi masa depan.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan sebagai solusi energi yang lebih ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.
(KS-5)
Komentar