Stok Beras Meluap, Bulog Jatim Sewa 223 Gudang Tambahan untuk Tampung Panen


KANALSATU - Lonjakan stok beras nasional hingga menembus 5,3 juta ton membuat Perum Bulog harus menambah kapasitas penyimpanan di berbagai daerah. Di Jawa Timur, Bulog bahkan menyewa ratusan gudang tambahan untuk menampung tingginya serapan gabah dan beras selama musim panen.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Pemerintah memperkirakan jumlah tersebut masih akan bertambah hingga mencapai 5,5 juta ton pada akhir Mei 2026.

“Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan akhir bulan bisa mencapai 5,5 juta ton,” ujar Amran di Gudang Bulog Jatim Komplek Pergudangan Romokalisari, Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Tingginya stok tersebut membuat kapasitas gudang Bulog tidak lagi mencukupi. Amran menyebut pemerintah kini harus menyewa gudang tambahan karena kapasitas penyimpanan eksisting hanya sekitar 3 juta ton.

“Kapasitas gudang hanya 3 juta ton. Sekarang stok sudah lebih dari 5 juta ton sehingga harus menyewa gudang tambahan,” katanya.

Di Jawa Timur, penambahan kapasitas penyimpanan dilakukan secara besar-besaran. Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengungkapkan pihaknya telah menyewa 190 komplek pergudangan atau setara 223 unit gudang tambahan yang tersebar di berbagai wilayah.

Total kapasitas gudang sewaan tersebut mencapai sekitar 650 ribu ton. Saat ini tingkat keterisiannya bahkan telah mencapai sekitar 80 persen.

“Secara Jawa Timur kita sudah menyewa 190 komplek pergudangan. Kalau unitnya sudah 223 unit gudang se-Jawa Timur dan total kapasitasnya sekitar 650 ribu ton,” ujar Langgeng.

Menurutnya, jumlah gudang sewaan masih berpotensi bertambah apabila serapan gabah dan beras dari petani tetap tinggi selama musim panen berlangsung.

“Kalau panen masih banyak, kita akan menyewa lagi,” katanya.

Langgeng menjelaskan, kapasitas gudang Bulog Jatim secara keseluruhan, termasuk gudang milik sendiri dan gudang sewa, kini mencapai sekitar 1,7 juta ton. Sementara stok pangan yang dikuasai Bulog Jatim saat ini telah menyentuh angka 1,3 juta ton.

“Kapasitas punya kita sendiri sekitar 1,1 juta ton. Jadi total dengan sewa sekitar 1,7 juta ton. Untuk stok per hari ini di Jawa Timur sekitar 1,3 juta ton,” jelasnya.

Selain beras, Bulog Jatim juga menyimpan stok jagung sekitar 58 ribu ton. Persediaan tersebut mulai disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung untuk membantu peternak ayam menjaga stabilitas harga pakan.

“Jagung kita ada sekitar 58 ribu ton dan mulai Sabtu kemarin SPHP jagung sudah digelontorkan untuk peternak ayam,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amran juga mengeklaim peningkatan stok beras nasional berdampak pada kesejahteraan petani. Ia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) kini menjadi yang tertinggi dalam 33 tahun terakhir berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Selain itu, pemerintah menyebut produksi beras nasional berada di kisaran 34,6 juta ton dengan surplus sekitar 4 juta ton berdasarkan data BPS, FAO, dan pemerintah Amerika Serikat. (KS-5)
Komentar