Embarkasi Surabaya Berangkatkan 44 Ribu Jemaah Haji 2026, Jadi Salah Satu Terbesar di Indonesia

KANALSATU - Embarkasi Surabaya kembali menjadi salah satu embarkasi haji terbesar di Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tahun ini, total sebanyak 44.080 jemaah dan petugas dijadwalkan diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Surabaya yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

Hingga hari ke-23 operasional haji, sebanyak 30.724 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Arab Saudi. Jumlah tersebut mencapai sekitar 70 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji tahun ini.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan seluruh proses operasional pemberangkatan berjalan tertib dan lancar dengan mengedepankan aspek pelayanan, kesehatan, dan keselamatan jemaah.

“PPIH Embarkasi Surabaya terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh tahapan operasional, mulai dari kedatangan jemaah di asrama, pemeriksaan kesehatan, pengisian manifest, hingga proses keberangkatan menuju Arab Saudi,” ujarnya, Rabu 
(13/5/2026).

Dari total 44.080 orang yang diberangkatkan tahun ini, terdiri atas 42.109 jemaah haji, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU).

Secara kumulatif, hingga 12 Mei 2026 Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 81 kloter. Pada hari tersebut, lima kloter tambahan yakni SUB 77 hingga SUB 81 diberangkatkan dengan total 1.900 jemaah dan petugas.

Komposisi jemaah yang sudah diterbangkan terdiri atas 14.296 laki-laki dan 16.428 perempuan.

Selain jumlah jemaah yang besar, Embarkasi Surabaya juga mencatat performa operasional yang optimal. Seluruh penerbangan hingga kloter ke-81 tercatat memiliki On Time Performance (OTP) 100 persen tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.

PPIH juga terus melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong akibat mutasi keberangkatan. Hingga saat ini, tercatat terdapat 126 mutasi keluar yang dipengaruhi berbagai faktor seperti jemaah sakit, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, hingga jemaah wafat.

Namun, sebanyak 72 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk sehingga sisa kursi kosong atau open seat tinggal 54 kursi.

“Skema pengisian seat kosong terus dioptimalkan agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan proses pemberangkatan jemaah berjalan efektif tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan,” kata Mohammad As’adul Anam.

Di tengah besarnya skala operasional, PPIH Embarkasi Surabaya juga terus memantau kondisi kesehatan jemaah. Hingga saat ini, tercatat enam jemaah asal Embarkasi Surabaya wafat di Arab Saudi dan satu jemaah wafat di embarkasi akibat sakit.

Sementara itu, delapan jemaah masih mengalami penundaan keberangkatan karena alasan kesehatan dan proses observasi lanjutan.

Pada fase pertama pemberangkatan haji tahun ini, jemaah tertua tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kabupaten Malang yang berusia 98 tahun.

Pada 13 Mei 2026, Embarkasi Surabaya kembali menerima kedatangan 1.140 jemaah dan petugas dari Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember yang tergabung dalam Kloter 
SUB 84, SUB 85, dan SUB 86.

PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan dan kelancaran operasional hingga seluruh jemaah haji diberangkatkan ke Tanah Suci.
(KS-5)

Komentar